Pengelolaan Pekarangan Untuk Menanam Pangan Dioptimalkan

KULONPROGO, SM Network – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendorong pengoptimalan pengelolaan pekarangan untuk menanam tanaman pangan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu untuk mewujudkan kemandirian pangan yang dimulai dengan mencanangkan Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan (Gempar).

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, mengatakan bahwa secara global pertumbuhan persediaan pangan dibanding konsumsi tidak seimbang. Terlebih, pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini memaksa masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan pangan yang cukup bergizi. Oleh karena itu, untuk memenuhi kecukupan pangan dan mewujudkan ketahanan pangan, selain berfokus pada lahan pertanian perlu juga memaksimalkan lahan pekarangan.

“Ekstensifikasi dan intensifikasi dari lahan persawahan untuk target peningkatan masih bisa kita lakukan, tetapi perhitungan juga membutuhkan cost yang harus ditingkatkan pula sehingga menurut hitungan ekonomi, titik optimal itu sudah terdekati. Oleh karena itu, kita juga memberi perhatian pada lahan pekarangan. Lahan pekarangan kita ini belum terlalu dioptimalkan pengelolaannya dan pendayagunaannya, sehingga ini menjadi potensi,” kata Sutedjo baru-baru ini saat pencanangan Gempar bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari di Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh.

Pencanangan Gempar tersebut antara lain ditandai dengan penanaman bibit pohon pisang dan menebar benih ikan oleh Bupati Kulon Progo. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Muh Aris Nugroho, Kebonharjo merupakan salah satu desa lokasi fokus (lokus) stunting. Oleh karena itu, KWT Mekarsari Kebonharjo menjadi lokasi pencanangan Gempar. KWT Mekarsari termasuk dalam 203 KWT di seluruh Kabupaten Kulon Progo yang terlibat dengan rata-rata anggota 30 orang.

“Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tahun 2021 menganggarkan bantuan APBD bagi 40 KWT dengan Rp 10 juta tiap kelompok,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Arofah Noor Indriani, yang hadir dalam acara itu mengapresiasi upaya yang dilakukan untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan yang bergizi seimbang dan aman melalui optimalisasi lahan pekarangan.

“Harapan kami dengan kemandirian kelompok-kelompok di Kulon Progo ini bisa mencukupi tidak hanya di Kulon Progo saja tetapi juga DIY, agar tidak mengambil dari daerah tetangga. Potensi kita ada, namun belum optimal. Kita dongkrak agar potensi yang ada di DIY kita optimalkan,” tambahnya.


Panuju Triangga

6 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  3. I used to be able to find good info from your blog posts.

  4. 390185 455044Thank you for your wonderful post! It has long been really insightful. I hope that you will continue sharing your wisdom with us. 771703

  5. 106242 272773The excellent intreguing articles keep me coming back here time and time once again. thank you so considerably. 708599

Tinggalkan Balasan