Pengamanan Pilkada, Polres Sleman Kerahkan 1.300 Personel

SLEMAN, SM Network – Kepolisian Resor (Polres) Sleman menerjunkan sekitar 1.300 personel untuk pengamanan Pilkada 2020. Pengerahan pasukan sudah dilakukan sejak awal tahapan Pilkada. Menjelang tahap kampanye, koordinasi Polres dengan lembaga penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu semakin diintensifkan. Selain potensi kerusuhan, antisipasi penularan Covid-19 juga menjadi tugas tambahan aparat keamanan di masa pandemi.

“Kami sudah berkoordinasi KPU dan Bawaslu terkait rencanan pengamanan. Total 1.300an personel Polres yang dikerahkan dengan BKO dari Polda dan TNI,” tutur Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto usai acara deklarasi Pilkada aman, damai, dan sehat di halaman Mapolres, Kamis (10/9).

Penempatan personel pun sudah diatur jumlahnya sesuai tingkat kerawanan masing-masing lokasi. Dari hasil pemetaan, menurut Anton, tidak ada wilayah di Sleman yang masuk kategori sangat rawan. Harapannya, daerah yang masuk indeks aman akan semakin banyak.

Dalam rangka sosialisasi pencegahan Covid-19, pada kesempatan itu Polres bersama jajaran Forkompimda, dan bakal pasangan calon Pilkada melakukan pembagian masker dan hand sanitizer kepada pengendara yang melintas di jalan raya depan markas Polres. Ke depan, instansi kepolisian bersama TNI dan Satpol PP akan menerapkan operasi yustisi bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Pilkada ini berlangsung dalam situasi berbeda karena pandemi, terlebih angka kasusnya belakangan meningkat. Berkaca dari hal itu, jika masyarakat tidak mengindahkan protokol, Pilkada bisa berpotensi memunculkan klaster baru,” tukasnya.
Sosialisasi kepatuhan protokol juga ditekankan kepada parpol, dan partisipan Pilkada. Salah satu bakal calon Bupati, Sri Muslimatun mengatakan, pihaknya telah mengingatkan kepada tim pemenangan agar selalu patuh protokol kesehatan. Langkah ini sudah diawali sejak deklarasi beberapa waktu lalu.

Pada acara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo juga berpesan agar Pilkada dapat dijalankan dengan baik. “Sehabis Pilkada, kita akan mengadakan Pilkades serentak. Mudah-mudahan semua bisa berjalan baik,” katanya.

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sleman saat ini tercatat 76 persen. Dia pun berharap agar tidak terjadi ledakan jumlah kasus. Dalam sambutannya, Sri juga mengingatkan adanya wacana “menyekolahkan” pemenang Pilkada ke Kemendagri selama jangka waktu 3-6 bulan, apabila terbukti melanggar protokol kesehatan. “Karena itu, jangan sampai pelantikan ditunda gara-gara melanggar aturan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan