Pengacara Terdakwa Klitih Klaim Temukan Fakta Baru

YOGYAKARTA, SM Network – Persidangan kasus klitih di PN Bantul yang menyeret Arya Pandu Sejati (18) sebagai terdakwa sudah masuk di tahap tuntutan. Jaksa menuntut warga Sarean, Plered, Bantul itu dengan hukuman 8 tahun penjara atas pembuktian pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak.

Selasa (18/8) pekan depan, agenda sidang adalah pembacaan nota pembelaan atau pledoi. Pengacara terdakwa, Farid Iskandar mengatakan, pihaknya telah melakukan penggalian fakta lain yang tidak ada di dalam berkas. Hasilnya ditemukan klaim fakta bahwa korban Fathur Nizar Raka Dio (16) telah memperoleh klaim asuransi Jasa Raharja.

“Kalau terdakwa melakukan penganiayaan sebagaimana yang dituduhkan, bagaimana mungkin korban memperoleh Jasa Raharja. Sementara di berkas tidak disebutkan peristiswa tabrakan,” ungkap Farid kepada wartawan, Kamis (13/8).

Versinya, kronologi kejadian bermula ketika terdakwa Arya Pandu bersama teman-teman berniat mengadakan liburan pada 19 Desember 2019 silam. Dalam perjalanan, berpapasan dengan tiga pengendara motor trail. Tanpa alasan, salah satu pengendara yang diketahui berinisial F tiba-tiba menendang dada Arya yang ada barisan paling belakang sampai jatuh.

amun akibatnya tidak sampai fatal karena saat itu terdakwa mengendarai motor maticnya dengan kecepatan rendah. Merasa tidak terima, Arya dan rombongannya balik mengejar F. Saat kejar-kejaran, sekitar 700 meter dari jembatan Siluk, Imogiri, ada sebuah motor R15 yang berupaya menghalangi laju kendaraan terdakwa.

“Klien kami kemudian memilih menendang stang motor itu karena kalau lurus terus akan menabrak R15, sedangkan kalau menghindar, dari arah berlawanan ada motor lain,” beber Farid.

Akibat ditendang, motor Yamaha R15 yang dikendarai oleh korban Dio, oleng sehingga menabrak motor Revo yang tengah melintas berpapasan arah. Setelah dirawat selama 24 hari di rumah sakit, Dio menghembuskan nafas terakhir.
Pada persidangan, pihak terdakwa juga sempat mengajukan Khoirosyidi, pengendara Revo sebagai saksi.

Di pledoi nanti, kami akan minta terdakwa dibebaskan. Dasarnya adalah fakta yang kami temukan,” tandasnya. Alih-alih, dia menyebut kasus ini kliennya menjadi korban opini klitih. Sedangkan aksi klitih lazimnya identik dilakukan di malam hari, dan pelaku membawa senjata tajam.


Amelia Hapsari

6 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  3. I used to be able to find good info from your blog posts.

  4. 311013 196955Wonderful post man, maintain the good function, just shared this with the friendz 440745

  5. 756378 773697I got what you intend, saved to fav, really good web site . 612972

Tinggalkan Balasan