Penerima Vaksin Berisiko Rendah Terkena Covid-19

YOGYAKARTA, SM Network – Program rogram vaksinasi untuk menekan penyebaran penularan Covid-19 telah berlangsung diawali dengan suntik vaksin Presiden Jokowi widodo beserta jajarannya. Selanjutnya diikuti pejabat publik, tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan.

Vaksinasi dilakukan secara bertahap dan saat ini prioritasnya para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19. Masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat agar terhindar dari penularan virus tersebut.

”Menjalankan protokol kesehatan tetap perlu karena perlindungan oleh vaksin tidak 100 persen namun paling tidak mereka yang sudah divaksin risikonya sangat rendah untuk terkena Covid yang parah,” ungkap Epidemiolog UGM Bayu Satria, kemarin.

Ia mengatakan masyarakat yang sudah mendapat suntik vaksin, tidak sepenuhnya langsung kebal terhadap virus tersebut karena memerlukan waktu hingga terbentuk imun. Apalagi suntik vaksin dilakukan selama dua kali. Setelah mendapat vaksin harus tetap menjalani protokol kesehatan karena vaksin baru memberikan perlindungan paling bagus sekitar 1-2 minggu pasca suntikan kedua.

Data Lengkap Mengenai vaksin Sinovac yang digunakan Pemerintah belum memprioritaskan kelompok anak-anak dan lansia di atas umur 59 tahun, Bayu berpendapat dua kelompok ini nantinya mendapat suntikan vaksin ketika data dari hasil uji sudah lengkap.

”Ketika data yang didapatkan sudah lebih detail tentu akan diberikan juga vaksin untuk lansia dan anak anak. Saat ini masih menunggu data lebih lengkap,” tandasnya.

Ia juga menyinggung soal kritik yang masih mempertanyakan tingkat kemampuan efikasi vaksin yang dianggap masih rendah dibandingkan jenis vaksin lainnya sehingga dianggap belum aman. Menurutnya vaksin Sinovac termasuk jenis vaksin yang paling bagus tingkat keamanannya.

Vaksin tersebut masih memberikan perlindungan dua kali lipat atau lebih dan ditunjang juga hasil efikasi sementara di Indonesia sekitar 65 persen. Ia menegaskan pemilihan vaksin yang paling utama adalah keamanannya kemudian efikasi. Sinovac termasuk paling bagus keamanannya.

Tinggalkan Balasan