Pendonor Darah Minim, PMI Beri Pendonor Sembako

TEMANGGUNG, SM Network – Dampak dari pandemik COVID-19 sudah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan di masyarakat, salah satunya adalah berkurangnya stok darah di PMI Temanggung. Padahal setiap hari selalu ada permintaan darah dari rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan.

Mulyono, petugas teknis unit donor darah PMI Temanggung mengatakan, penurunan pendonor darah sudah mulai terasa sejak pertengahan Maret 2020, terutama sejak ada maklumat Kapolri dan imbauan pemerintah untuk melakukan work from home. Maka untuk kembalai menarik minta orang untuk mendonorkan darahnya, PMI Temanggung membuat program stimulus berupa pemberian paket sembako.

“Sekarang ini stok darah banyak yang kosong, kalaupun ada sangat minim dan ada penurunan hingga 80 persen, biasanya saat normal setiap hari paling tidak kita bisa mendapat 15 kantong per hari bahkan lebih, sekarang paling per hari dapat tiga kantong saja. Terlebih kita sekarang tidak bisa melakukan donor di luar markas PMI,”katanya, Senin (6/4).

Program stimulus dengan pemberian paket sembako bagi pedonor juga karena ada target hingga akhir April, PMI Temanggung harus bisa mendapat 500 kantong darah atau lebih. Hal itu karena ada pertimbangan untuk stok darah menghadapi Ramadan yang biasanya juga sepi pendonor.

“Hari ini mulai ada pendonor untuk golongan darah A ada 18 kantong, darah golongan B ada 2 kantong, darah golongan 0 ada 3 kantong, lalu darah golongan AB ada 1 kantong. Ini sangat minim, karena tidak mencukupi untuk pasien yang membutuhkan transfusi seperti pasien talasemi itu butuh empat sampai lima kantong per hari, di Temanggung Sabtu kemarin saja ada enam pasien talasemia. Maka kami minta masyarakat untuk tetap mendonorkan darahnya sebab pasien tidak bisa ditunda dan darah tidak bisa diproduksi pabrik,”katanya.

Ratna, warga Parakan ditemui usai mendonorkan darahnya menuturkan, memang biasanya setiap tiga bulan sekali dirinya rutin mendonorkan darah di PMI Temanggunug. Namun karena ada pandemik korona dan imbauan warga untuk tetap di rumah itu menjadi sedikit ganjalan, tapi begitu mengetahui adanya kekurangan stok darah PMI maka dirinya langsung tergerak untuk mendonorkan darahnya.


Raditia Yoni A/Kim

Tinggalkan Balasan