Penanganan Wabah Korona, RSUD Temanggung Tambah Delapan Kamar Isolasi

TEMANGGUNG, SM Network – Direktur RSUD Temanggung dokter Tetty Kurniawati mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya telah menambah delapan kamar isolasi dari dua kamr isolasi yang sudah ada. Hal tersebut guna menangani wabah virus korona atau covid-19.

“Ke delapan kamar dalam persiapan untuk menambah jumlah kamar isolasi yang ada karena semakin hari ada trend peningkatan jumlah penderita virus korona. Tambahan kamar isolasi itu sedang dalam persiapan dan dalam hitungan hari atau secepatnya sudah bisa dioperasikan,”ujarnya Selasa (17/3).

Dikatakan, RSUD Temanggung saat ini ditunjukan Dinas Kesehatan Jateng menjadi rumah sakit lini 2 yang merawat pasien kasus korona. Hal itu lantaran banyak rujukan di lini 1 yang sudah penuh, sehingga kesulitan merujuk.

“Lini 2 itu di bawah lini 1, kalau lini 1 rujukkan ditunjuk oleh Dinkes Provinsi, kemudian kita ada di lini 2. Meskipun demikian, kita siap merawat pasien-pasien dengan kecurigaan infeksi Covid-19. Rujukan di lini 1 banyak yang penuh sehingga kesulitan untuk merujuk ke lini 1 maka RSUD Temanggung di lini 2 pun harus siap merawat pasien terpapar korona, sesuai dengan standar yang sudah diterapkan,”katanya.

Kendati demikian, dia mengakui masih ada beberapa kendala yang dihadapi, antara lain ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang masih terbatas jumlahnya. Disebutkan, ada 20 APD di RSUD Temanggung, namun beberapa sudah dipakai, dan alat-alat tersebut memang hanya untuk sekali pakai.

“APD ini khusus, ada standar dari Kementerian Kesehatan dan ini jumlahnya terbatas. Solusi untuk mengatasi keterbatasan APD kita berusaha mencari dan mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan untuk menyiapkan APD. Kebutuhan APD sebanyak mungkin, karena kita tidak tahu berapa jumlah pasiennya,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan