Penanganan Kerusakan Tiga Ruas Jalan Diperiotitaskan

KEBUMEN, SM Network – Kerusakan jalan di Kebumen cukup banyak seiring turunnya hujan hampir saban hari pada akhir-akhir ini. Namun dari puluhan ruas jalan yang rusak itu tak bisa ditangani serentak. Pemkab memperioritaskan penanganan tiga ruas jalan saja, yang akhir tahun ini mulai dilelang. Adapun pelaksanaannya pada pertengahan Februari 2021.

Masing-masing ruas jalan Purwodeso – Petanahan dengan dana dari APBD sebesar Rp 3,6 miliar, ruas jalan Gumenter – Kabuaran Rp 5,7 miliar dan penanganan ruas jalan Kambalan – Ambal sebesar Rp 3,6 miliar. Untuk penanganan dua ruas jalan terakhir tersebut menggunakan dana alokasi khusus (DAK).

“Kalau DAK memang ada ketentuan dari pusat agar dilelang sedini mungkin. Bahkan kalau bisa mendahului anggaran,” ucap Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen Bachtiar Ahmad yang ditemui di kantornya, Rabu (30/12).

Karena itu, penanganan ruas jalan tersebut sudah mulai proses lelang pada tahun 2020. Kendati alokasinya untuk 2021. Terkait penanganan ruas jalan yang rusak lainnya, lanjut Bachtiar, akan dilelang pada pertengahan Januari Februari.

Ruas jalan itu meliputi Karanggayam – Kebakalan, Selokerto – Buayan, Karangsambung – Sadang Wetan, Demangsari – Bulurejo, Belug – Canduringgo, Sendang Dalem – Bendungan dan Peniron – Karanggayam. “Total penanganan jalan rusak di Kebumen tahun 2021 ada 30 paket dengan jumlah dana Rp 61,6 miliar,” ungkap Bachtiar.

Terdapat pula penanganan jalan yang tahapannya belum rampung yaitu ruas jalan Krakal – Kaligending dan Krakal – Wadasmalang. Ruas jalan yang cukup panjang itu telah dikerjakan pada tahap sebelumnya mulai 2018 dan berlanjut 2019. Untuk 2020 mengalami jeda gegara korona.

Bachtiar juga menyinggung kerusakan jalan kabupaten di Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung yang sudah berulangkali diusulkan oleh pemerintah desa setempat agar segera ditangani. “Kalau tahun 2021 belum bisa menangani kerusakan jalan di Plumbon. Paling 2022 mendatang,” jelasnya.

Diakuinya, dari puluhan ruas jalan yang rusak terdapat usulan masyarakat. Namun pihaknya juga memiliki data mengenai kondisi jalan rusak yang menjadi kewenangan pemkab. Di mana panjang jalan kabupaten mencapai 960 km. Petugas pun telah mendata tingkat kerusakannya.

Untuk penanganan kerusakan jalan, beber Bachtiar, pihaknya menggunakan skala prioritas. Di samping itu juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran. “Asalkan jadi prioritas dan mendapat dukungan dana kami tangani,” tandasnya.

Masih soal kerusakan jalan, penanganannya juga dilakukan secara darurat untuk menambal jalan berlubang. Kali ini, penanganan sementara itu terpaksa membuat aspal hotmik sendiri. Hasilnya pun acapkali kurang maksimal. Karena begitu ditambal dengan aspal tersebut langsung buyar terkena hujan.

Praktis m masih menyisakan kubangan. Dan parahnya lagi, jalan berlubang yang terus menerus dilewati kendaraan itu kian rusak parah. Apalagi jika kendaraannya melebihi muatan.

Dijelaskan Bachtiar, kendaraan yang over muatan memang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Selain itu disebabkan kondisi tanah kurang baik dan drainase tidak lancar, sehingga merusak aspal.

Tinggalkan Balasan