Penambahan Biaya Pilkada Capai Rp 22,5 M

KEBUMEN, SM Network – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen dan Bawaslu Kebumen sepakat mengenai besaran tambahan biaya sebesar Rp 22,5 miliar untuk pengadaan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD), rapid test dan penambahan 900 TPS untuk Pilkada 2020 pada Rabu 9 Desember mendatang.

“Kesepakatan tersebut kita dajukan ke pemerintah pusat,” kata Kepala BPKAD Kebumen, Aden Andri Susilo saat Rapat Koordinasi antara BPKAD, KPU, Bawaslu, Dinas Kesehatan, Bappeda dan OPD terkait lainnya di Ruang Rapat Gedung BPKAD, Selasa (9/6). Aden yang memimpin rapat tersebut didampingi Kepala Bappeda Pudji Rahaju dan Asisiten I Sekda Hery Setyanto. Rapat sempat berlangsung alot dalam kalkulasi anggaran untuk menemukan satu kesekapatan.

Dikatakan Aden, dengan adanya kata sepakat mengenai besaran anggaran tambahan yang diajukan ke pemerinrah pusat itu agar bisa memberi bantuan yang diambil dari APBN. Mengingat, APBD kabupaten sudah relatif minim, sehingga butuh bantuan dari pusat khususnya pengadaan APD, rapid tes dan lainnya.

“Untuk biaya penambahan TPS kami bantu,” ujar Aden. Jika memang harus rapid tes, lanjut Aden, sebaiknya dilakukan di zona merah. Hal ini sebagai bentuk efisiensi dan efektifitas anggaran.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris II Gugus Tugas Covid 19 Kebumen, Teguh Kristiyanto mengatakan pada dua bulan ke depan diharapkan Kebumen sudah bisa memasuki kondisi new normal life atau kehidupan normal baru. “Dalam waktu dekat kita bisa memasuki zona hijau di semua wilayah. Kasus Covid-19 di Kebumen sudah semakin melandai,” tuturnya.

Mekipun demikian, bukan berarti Covid-19 telah usai. Masyarakat harus tetap diingatkan agar selalu menggunakan masker, jaga jarak dan tidak kontak fisik dengan orang yang ada didekatnya setiap keluar rumah.


Arif Widodo

Tinggalkan Balasan