Pemudik Lewat Jalur Perbatasan Sleman Akan Dicek

SLEMAN, SM Network – Pengendara berplat luar daerah yang hendak masuk ke daerah Sleman, harus bersiap. Mulai Sabtu (11/4) ini, tim gabungan Pemda DIY dan Pemkab Sleman akan mengaktifkan check point di jalur perbatasan Tempel-Magelang. 

Pengendara plat luar DIY khususnya dari zona merah seperti Jabodetabek dan Semarang, akan diminta berhenti untuk dicek kondisi kesehatannya. Apabila suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat Celcius, maka petugas akan menyarankan supaya memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.  

Pemeriksaan ini berlaku bagi pemudik yang naik mobil maupun sepeda motor pribadi. Sedangkan pemudik yang naik moda transportasi umum bis, pengecekan dilakukan di terminal.”Untuk sementara, tindakan kami masih sebatas imbauan. Nanti di tim juga ada anggota dari Dinas Kesehatan,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Sulton Fathoni. Selama masa uji coba satu minggu, petugas akan stand by di check point mulai pukul 09.00-12.00 WIB.

Setelah tahap uji coba berakhir, waktu pengecekan bakal diperpanjang. Bahkan jika memungkinkan, petugas siaga selama 24 jam. Selain jalur Tempel-Magelang, check point juga akan ditempatkan di perbatasan Prambanan. Namun realisasinya menyusul setelah persiapan di jalur perbatasan Magelang, matang.

Ditanya soal antisipasi pengendara yang mengambil jalur alternatif atau “jalan tikus” untuk masuk ke Sleman, Sulton mengaku sejauh ini belum ada rencana menempatkan petugas di titik tersebut. “Belum dialokasikan petugas di jalur alternatif,” ungkapnya.Adapun data pemudik sampai saat ini sudah lebih dari 4.500 orang.

Data ini berdasar laporan dari tingkat padukuhan, bukan jumlah orang yang datang di terminal. Alasannya, menurut Sulton, pendataan di lokasi terminal dirasa kurang efektif karena banyak penumpang yang memilih tidak turun di terminal. Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan, belum akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Langkah yang dilakukan hanya mempersiapkan lonjakan kedatangan pemudik.

“Yang jadi persoalan, kita tidak tahu apakah akan ada lonjakan pemudik dari Jakarta atau tidak setelah disana akan diberlakukan PSBB. Karena itu, semua kabupaten/kota dan aparat terkait diminta untuk bersama melakukan pengawasan pemudik,” imbuh Sultan.

Pertimbangan Pemda DIY belum menerapkan PSBB karena jumlah kasus Covid-19 di wilayah provinsi ini masih stabil, dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Selain itu, dari sisi epidemologi juga belum memenuhi syarat serta transmisi lokalnya belum besar. Menurut Sultan, wilayahnya telah menerapkan esensi dari PSBB sejak awal pandemi Covid-19. Pengawasan terhadap masyarakat juga telah dilakukan hingga tingkat desa. 

“PSBB itu sebenarnya sudah dilakukan. Hanya saja, kita menggunakan istilah tanggap darurat. Sejak penetapan tanggap darurat, masyarakat mulai melakukan pembatasan mandiri,” ujarnya.Meski belum ada penerapan PSBB, Sultan meminta semua stakeholder mulai melakukan persiapan. Sehingga apabila nantinya harus menerapkan PSBB, bisa segera dilakukan.


Amelia Hapsari/Kim

2 Komentar

  1. 586862 486622Your blog has the same post as one more author but i like your greater.~:; 361376

  2. 832488 562396Some genuinely prime posts on this site , bookmarked . 62117

Tinggalkan Balasan