Pemuda Aditirto Budidaya Pare Manis

KEBUMEN, Suara Merdeka Network – Pare satu ini berbeda dari umumnya yang pahit dan getir. Buah yang dikenal sebagai bahan sayuran dengan nama lathin momordica charantina itu berhasil dibudidayakan oleh pemuda Desa Aditirto, Kecamatan Pejagoan, Kebumen dengan rasa manis.

Bahkan bisa dimakan langsung karena memiliki rasa seperti buah belimbing. Pelopor budidaya pare manis yakni Dimas Krisna Ramadhan yang tergabung dalam Prima Paguyuban Remaja Islam Mushola Al- Ittikhad Dukuh Kalibalong RT 10 / RW 02 Desa Aditirto.

Menurut Dimas, awalnya ia bersama rekan sesama Remaja Prima hanya coba-coba. “Ya hanya untuk mengisi kegiatan. Apalagi saya juga baru terkena PHK dan tidak memiliki pekerjaan akibat adanya wabah Pendemi Covid 19,” ungkapnya.

Hingga kemudian dicobalah bidang pertanian, dengan memanfaatkan pekarangan samping rumah Dimas seluas 100 m2. Pilihannya pare, dengan alasan buah tersebut sudah dikenal oleh masyarakat dan penanamannya mudah.

Sejurus kemudian, pihaknya membuat pupuk organik dengan menggunakan bahan-bahan seadanya. Seperti memanfatkan pupuk kandang, buah buahan busuk, serta daun-daunan untuk membuat pupuk sendiri dengan komposisi dan takaran tertentu.

Dan di luar dugaan, ternyata setelah 22 hari paska tanam, buah pare yang dihasilkan itu terasa manis dan tidak seperti buah pare pada umumnya. “Memang tidak direncanakan buah pare yang ditanam menjadi manis, dan belum pernah ditemui di tempat manapun, karena mungkin memang untuk pemupukan menggunakan murni bahan bahan organik,” jelas Dimas.

Budidaya pare manis itu pun berlanjut. Pembina Remaja Dukuh Kalibalong Isnaeni Nurul Azizah mengatakan, ke depan diharapkan budidaya pare manis oleh para pemuda bisa lebih berkembang dan diperluas lagi. Begitu pula dalam kreativitasnya. “Syukur-syukur bisa untuk membuka lapangan pekerjaan untuk sendiri,” katanya.

Tinggalkan Balasan