SM/Asef F Amani - Gedung Wanita dan lapangan tenis indoor di Jalan Kartini menjadi salah satu proyek pembangunan yang selesai dikerjakan tahun 2019 lalu

SELAMA tahun 2019, Pemerintah Kota Magelang telah menyelesaikan sebanyak 939 program dan 3.380 kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 644 miliar. Dari total ribuan kegiatan itu, 14 di antaranya merupakan kegiatan strategis dan monumental.

Di antaranya pembangunan gedung pelayanan 8 lantai RSUD Tidar atau sekarang disebut sebagai Gedung Anggrek, pembangunan infrastruktur Jalan Kalimas, dan peningkatan saluran drainase Jalan Sriwijaya. Lalu Rusus (rumah khusus) Kedungsari, IPAL Komunal, dan IPAL Tahu Tidar Campur.

Berikutnya, penyiapan jalan menuju TPST Bojong, TPST3R Rejowinangun Utara, playground taman bermain alun-alun, pembangunan lapangan tenis Moncer Serius, rest area Gunung Tidar, gedung Disporapar, gedung Inspektorat, dan gedung wanita.

Kegiatan hasil pembangunan ini sedianya diresmikan pada bulan Maret 2020 lalu. Namun, berhubung terjadi pandemi virus korona (Covid-19), maka rencana peresmian pun ditunda. Meski belum diresmikan, sejumlah hasil pembangunan sudah bisa dimanfaatkan.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, dari tahun ke tahun belanja langsung yang memuat program dan kegiatan yang dilaksanakan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan adanya peran serta masyarakat yang mendukung program pemerintah.

“Peran serta ini yang kemudian dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tren Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun terus meningkat. Selama lima tahun terakhir PAD kita naik sebesar Rp 83.882 miliar atau 146 persen,” ujarnya.

Ia memberikan gambaran, selama kurun lima tahun terakhir, PAD naik signifikan. PAD tahun 2015 Rp 186,677 miliar, tahun 2016 Rp 220,315 miliar, tahun 2017 Rp 233,557 miliar, tahun 2018 Rp 249,877 miliar, dan tahun 2019 naik menjadi Rp 272,559 miliar.

“Kami melihat, dampak kenaikan PAD ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk bertambahnya program dan kegiatan pembangunan. Tahun 2019 ada sebanyak 939 program dan 3.380 kegiatan dengan alokasi anggaran Rp 644 miliar,” katanya.

Kebermanfaatan untuk masyarakat memang menjadi prioritasnya. Hal ini ditunjukan dengan struktur belanja Pemkot Magelang yang lebih tinggi untuk belanja langsung dibanding belanja tak langsung sejak tahun 2016. Tahun 2019 lalu, belanja langsung sebesar 67,02 persen atau lebih tinggi dibanding tak langsung yang hanya 32,98 persen.

“Hal ini berarti, alokasi APBD Kota Magelang tahun 2019 banyak yang digunakan sebagai belanja publik dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Kami komitmen untuk tetap mengedepankan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui struktur belanja seperti ini,” jelasnya.

Dari sekian proyek yang dikerjakan selama tahun 2019, satu kegiatan pembangunan yang dinilai paling monumental, yakni pembangunan gedung pelayanan 8 lantai RSUD Tidar. Pembangunan gedung ini dilaksanakan multiyears dari tahun 2018-2019 dengan menelan dana total sekitar Rp 85 miliar.

Gedung ini kini diberi nama Gedung Anggrek ini dipergunakan untuk pelayanan rawat jalan dan pelayanan penunjang. Ke depan, pelayanan rawat jalan/poliklinik dilakukan secara one stop service. Dengan kata lain pendaftaran, pelayanan, dan pengambilan obat dilaksanakan dalam satu tempat.

Dalam Pelayanan satu lantai tersebut, memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang prima dan fasilitas gedung yang memadai. Akses menuju ke lantai dua dan/atau lainnya para pengguna jasa pelayanan RSUD Tidar bisa menggunakan lift dan eskalator yang telah disediakan.

Adapun pemanfaatan masing-masing lantai antara lain basement area parkir, lantai 1 untuk informasi, pendaftaran radiologi dan laboratorium, dan instalasi radiologi. Lantai 2 klinik syaraf, neuro restorasi, instalasi rehabilitasi medik, dan pojok baca.

Lantai 3 poliklinik spesialis, lantai 4 poliklinik spesialis, lantai 5 Ruang Rekam Medis, lantai 6 Poliklinik VIP, lantai 7 Instalasi laboratorium patologi klinik dan patologi anatomi, lantai 8 Aula dan Perkantoran.

Proyek selanjutnya yang dinilai strategis adalah pembangunan infrastruktur Jalan Kalimas. Proyek pelebaran Jalan Kalimas di Kelurahan Kedungsari ini untuk kelancaran lalu lintas. Jalur alternatif penyanding Jalan Ahmad Yani itu ditambah 5 meter, sehingga memiliki lebar 10-11 meter.

Pelebaran jalan ini dinilai sudah mendesak dilakukan. Terlebih jalur tersebut seringkali padat kendaraan saat momentum tertentu. Saat arus mudik dan balik Lebaran, Jalan Kalimas ini sangat krodit, termasuk saat hari libur dan sibuk.

Biaya pelebaran sepanjang 188 meter dari pertigaan Jalan A Yani itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 7,447 miliar. Secara konstruksi, perluasan ini mempertahankan aliran Kali Mas, karena di atas sungai ditutup menggunakan beton bertulang.

Yang tak kalan strategis adalah proyek IPAL Tahu Tidar Campur. Instalasi Pengelolaan Air Limbah Tahu skala kawasan secara komunal ini dibangun untuk pengelolaan limbah cair tahu yang efektif, mudah, dan murah.

Masyarakat, dalam hal ini industri pengrajin tahu diharapkan mampu mengoperasionalkan serta melestarikan hasil-hasil pembangunannya. Tujuan umum keluaran hasil olahan limbah cair tahu sesuai baku mutu yang dipersyaratkan dan mengurangi pencemaran terhadap lingkungan, terutama saluran irigasi persawahan  dan sungai Elo

Pembangunan di Kelurahan Tidar Selatan ini menelan biaya sebesar Rp 3.030.237.200. Area yang ditempati seluas 675 m2. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan sinergi Pemkot Magelang dan Pemerintah Pusat terhadap upaya mewujudkan visi Kota Magelang.

Satu proyek lagi yang bisa menjadi kebanggaan Kota Magelang, yakni pembangunan Gedung Wanita. Pembangunan gedung wanita menggunakan dana APBD II sebesar Rp 11.658.000.000. Gedung Wanita ini terdiri dari 2 lantai, yakni lantai Basement untuk kantor PKK, Darma wanita, dan  organisasi wanita lainnya, sedangkan lantai 1 digunakan untuk pertemuan dengan skala yang lebih besar.

Sigit berharap, fasilitas yang telah dibangun bersama ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya, agar dapat memberikan manfaat yang lebih banyak.

“Rawat dan pelihara dengan sebaik-baiknya agar awet dan berfungsi lebih lama. Sehingga, berfungsi sesuai tujuan semula, sebagai sarana masyarakat Kota Magelang menuju hari esok yang lebih baik dan sejahtera,” ungkapnya.


Asef Amani

3 KOMENTAR