Pemkot Magelang Rumuskan Perwal Penerapan Normal Baru

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang merumuskan Peraturan Walikota (Perwal) yang mengatur penerapan adaptasi baru (new normal) pada masa pandemi Covid-19. Regulasi ini dirasa penting agar seluruh kegiatan masyarakat aman dari penyebaran Covid-19.

Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, Perwal ini akan menjadi regulasi yang mendasari penerapan normal baru. Aturan ini penting agar kegiatan masyarakat aman dari penyebaran Covid-19.

“Kegiatan masyarakat aman, dan sisi lain perekomonian tetap berjalan,” ujarnya dalam rakor pengaturan new normal di ruang sidang lantai 2 kantor Walikota Magelang, Senin (13/7).

Dia menuturkan, draft Perwal harus mengacu pada 7 prinsip protokol kesehatan, meliputi pengecekan suhu, penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun, disinfektasi berkala, penerapan jaga jarak minimal 1 meter, menghindari kerumunan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Saat ini, draft regulasi masih dalam tahap kompilasi dan pencermatan oleh Bagian Hukum Setda Kota Magelang,” katanya.

Joko menjelaskan, regulasi ini bertujuan agar pemerintah maupun masyarakat memiliki dasar dalam melaksanakan kegiatan apapun di tengah pandemi. Jika tidak dikendalikan, dikhawatirkan kegiatan masyarakat berjalan begitu saja tanpa ada protokol kesehatan sehingga justru akan menambah kasus atau penularan virus.

“Regulasi ini supaya kita dan masyarakat tidak bingung, tujuannya untuk melindungi masyarakat jadi harus ketat, karena ancaman Covid-19 itu masih ada. Lonjakan kasus di daerah lain bisa menjadi pembelajaran kita, jangan sampai terjadi di Kota Magelang,” tandasnya.

Menurutnya, Perwal ini bisa dikolaborasian dengan konsep Kampung Tanggung dan Jogo Tonggo yang digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Adapun konsep masih dilakukan untuk menelaah norma, detail protokol, termasuk penentuan klausul sanksi.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Magelang, Muji Rochman menegaskan, regulasi harus disusun dengan seksama dan mengakomodir sanksi bagi perseorangan maupun dunia usaha yang melanggar protokol.

Keberadaan regulasi new normal nantinya akan mendorong gairah perputaran roda perekonomian Kota Magelang dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan. Sehingga, resiko kasus Covid-19 dapat diminimalisir seoptimal mungkin.

“Perwal diharapkan mengakomodir dan bersifat wajib diterapkan seluruh kegiatan masyarakat terutama yang melibatkan orang banyak. Termasuk adanya sanksi bagi yang tidak menerapkan itu,” ungkapnya. (Asef Amani)

Tinggalkan Balasan