Pemkot Magelang Buka Kerja Sama Entaskan Kawasan Kumuh

MAGELANG, SM Network – Masih adanya kawasan kumuh di Kota Magelang membuat Pemkot Magelang membuka diri berkolaborasi dengan semua pihak guna mengentaskan masalah tersebut. Seperti bekerja sama dengan Akademi Militer (Akmil), belum lama ini melalui program Praja Bhakti selama beberapa hari.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu mengatakan, kegiatan Praja Bhakti yang lalu telah memberikan sumbangan peningkatan kualitas lingkungan. Taruna Akmil diterjunkan guna membantu masyarakat dan Pemkot dalam rangka mengubah wajah perkampungan semakin lebih baik.

“Semangat kita dalam pengentasan kawasan kumuh tak pernah surut. Kami tentu bersyukur Akmil membantu merealisasikannya lewat program Praja Bhakti,” ujarnya di kantornya, Senin (14/12).

Ia menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan sangat kompleks. Meliputi perbaikan infrastruktur lingkungan, pengecatan fasilitas publik, penyediaan sarana dan prasarana cuci tangan dengan sabun, sampai pembenahan rumah tak layak huni (RTLH).

“Juga peningkatan kualitas ruang terbuka hijau. Harapannya, kerja sama tidak berhenti di sini, tetapi ada pihak-pihak lain yang tertarik untuk melakukan hal yang sama,” katanya.

Dini menjelaskan, program Praja Bhakti peningkatan kualitas lingkungan di Kota Magelang direalisasikan di tiga kecamatan, masing-masing di RW 7 dan RW 10 Kelurahan Magersari, RW 6 Kelurahan Cacaban, dan RW 1 Kelurahan Potrobangsan.

“Kolaborasi ini baru pertama kali. Tapi, kami ingin menyatukan semua elemen, instansi, pemerintah, masyarakat, dan akademisi untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan, terutama menyangkut masalah pemukiman dan lingkungan,” jelasnya.

Dia mengaku jika masalah sanitasi dan lingkungan memang kurang begitu populer, sehingga antusiasme pihak lain, seperti CSR belum ada yang tertarik menjalankan kerja sama. Padahal, kualitas lingkungan ini menjadi struktur penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami terus berupaya, agar CSR, perbankan, dan lain sebagainya dapat bekerja sama, bersama-sama menjadikan masalah lingkungan sebagai prioritas utama,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan