Pemkot Magelang Belum Terima Info Kapan Vaksin Datang

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang belum menerima kepastian kapan vaksin akan diterima dari provinsi. Meski begitu, pemerintah sudah menyiapkan sebanyak 18 fasilitas kesehatan (faskes) sebagai tempat vaksinasi.

Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, pihaknya belum mendapat kabar kapan vaksin akan dikirim, meskipun waktu vaksinasi yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo semakin dekat.

“Belum ada informasinya kapan vaksin akan datang. Tapi, kami sudah menyiapkan 18 faskes untuk tempat vaksinasi,” ujarnya usai memimpin rapat persiapan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Aula Adipura kompleks Kantor Wali Kota Magelang, Senin (11/1).

Dia menuturkan, meski waktu kedatangan belum terinformasi, tapi jumlah vaksin yang akan diterima sudah ada kejelasan, yakni sekitar 4.600 vaksin. Prioritas utama vaksin ini pertama untuk tenaga kesehatan (tenakes) beserta pendukungnya. “Sekitar 4.400 vaksin pertama akan disuntikkan ke semua tenaga kesehatan dan pendukungnya. Lalu sisanya ke forum pimpinan daerah (Forpimda),” katanya.

Dijelaskannya, skala prioritas terhadap tenaga kesehatan karena mereka posisinya sebagai garda terdepan melawan Covid-19. Oleh karena itu, nakes membutuhkan perlindungan lebih dulu.

“Berikutnya yang menerima vaksin adalah fasilitas pelayanan kesehatan, TNI, Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik, termasuk aparatur sipil negara (ASN),” katanya.

Selanjutnya, kata Joko, vaksinasi baru akan menyasar kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku ekonomi strategis, perangkat kecamatan, kelurahan, dan perangkat RT/RW. Lalu, para tenaga pendidik dari PAUD sampai dengan SMA sederajat, perguruan tinggi, aparatur organisasi perangkat daerah (OPD), dan anggota legislatif.

“Kita prioritaskan pula masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Kemudian para pelaku perekonomian lainnya. Jadi vaksinasi ini rentang waktunya lama. Bahkan, informasi dari pusat, itu butuh waktu setahun. Tapi memang ada skala prioritasnya,” jelasnya.

Terkait penanganan Covid-19, terutama ketersediaan tempat tidur (TT) di RSUD Tidar sebagai rujukan pasien Covid-19, Joko menyebutkan, kebutuhan tempat tidur sudah terpenuhi sebesar 32 persen. Ketersediaan sebanyak 32 persen ini melebihi batas ketentuan yang hanya 30 persen.

“Kebutuhan tempat tidur di RSUD sudah terpenuhi, bahkan lebih. Saat ini jumlahnya ada 92 TT, naik dari sebelumnya 78 TT. Ada rencana akan ditambah lagi menjadi total 104 TT,” paparnya.

Tinggalkan Balasan