Pemkot Jogja Batasi Perayaan Tahun Baru

YOGYAKARTA, SM Network – Pergantian tahun 2020 ke 2021 masih akan berlangsung di tengah wabah Covid-19. Sebagai daerah tujuan pariwisata, Yogyakarta bakal diserbu banyak wisatawan yang ingin merayakan tahun baru. Langkah antisipasi telah disiapkan Pemkot Yogyakarta untuk mencegah munculnya klaster baru. Salah satunya dengan membatasi penyelenggaraan event sesuai standar protokol kesehatan.

“Tidak ada event yang menimbulkan kerumunan. Harapannya, orang yang datang memang menikmati suasana Yogyakarta,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi kepada wartawan, Jumat (11/12).

Dari hasil pemetaan, ada enam titik yang berpotensi menjadi tempat kerumunan. Dari enam lokasi itu, tiga diantaranya mendapat perhatian khusus yakni kawasan Malioboro, simpang Tugu Yogyakarta, dan Titik Nol Kilometer.

“Kita tidak bisa membuat orang untuk tidak datang ke Malioboro. Tapi dibatasi jumlahnya pada tiap zona,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Yogyakarta.

Event yang digelar saat malam tahun baru nanti juga diarahkan di dalam ruangan. Semisal diselenggarakan di hotel. Itupun dilakukan pembatasan jumlah pengunjung, dan dibawah pengawasan aparat berwenang.

“Kita upayakan tidak ada acara yang memancing kerumunan. Jika ada event, dibatasi dengan syarat protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya.

Sementara itu, mengantisipasi keramaian jalanan Kota Yogyakarta saat libur akhir tahun, Pemkot melalui Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian. Disamping menyusun skema pengaturan arus kendaraan dan rekayasa lalu-lintas, kantong parkir juga disiapkan sesuai dengan prediksi kebutuhan.

Penyediaan kantong parkir ini terutama di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, dan Tugu Yogyakarta yang merupakan pusat keramaian.

Tinggalkan Balasan