Pemkab Wonosobo Siapkan Aturan New Normal, Pelanggar Akan Dikenai Sanksi

WONOSOBO, SM Network – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo tengah mempersiapkan Peraturan Bupati (Perbup) dalam rangka penanggulangan Covid-19 dan pedoman pelaksanaan adaptasi tatanan norbal baru atau kerap disebut new normal. Dalam rancangan Perbup tersebut dijelaskan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran bahkan sampai penutupan sementara tempat usaha.

Hal itu dijelaskan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Wonosobo, Tono Prihatono dalam rapat Public Hearing atau dengar pendapat rancangan Perbup Wonosobo tentang Penanggulangan Wabah Penuyakit Menular Corona Virus Diseases 2019 dan Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Tatanan Normal Baru di Ruang Rapat Krt Mangoen Kusumo Setda Wonosobo, Senin (20/7).

Dalam rapat yang dihadiri perwakilan Forkompimda, DPRD Wonosobo, dan berbagai instansi terkait membahas tentang upaya penanggulangan COVID-19, penentuan zona wilayah berdasarkan desa/kelurahan, protokol kesehatan new normal dalam berbagai aktifitas seperti perdagangan, pariwisata, kesenian dan hiburan, hingga sanksi administratif yang akan dikenakan bagi yang melanggar.
Tono menjelaskan, kendala yang harus dihadapi saat ini ialah bagaimana masyarakat nantinya bisa menaati aturan yang telah dibuat, mengingat sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif karena aturan tersebut berupa Perbup yang tidak bisa dikenakan sanksi pidana.

“Tujuanya tidak lain supaya masyarakat disiplin, terkadang disiplin harus dipaksakan. Perbup ini setidaknya memberikan payung hukum terhadap penegak hukum yang berusaha keras menertibkan masyarakat,” tandasnya. Perbup yang akan diterapkan, dijelaskan Tono hakikatnya tidak melarang aktifitas apapun di masyarakat, melainkan mengatur aktifitas masyarakat sesuai protokol kesehatan. Kebijakan Pemkab menurutnya bisa berubah-ubah mengikuti kondisi dan situasi Pandemi COVID-19 di Wonosobo.

“Tidak ada yang siap dengan pandemi ini, bahkan Negara seperti Amerika saja tidak siap. Aturan harus diterapkan supaya masyarakat disiplin. Perlu diingat 25 Maret lalu kasus pertama di Wonosobo, dan setelah itu ada kenaikan kasus yang cukup mengerikan. Dengan kerja keras berbagai pihak kita lihat hari ini, hanya satu pasien yang kini dirawat, “jelasnya.

Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro mengatakan, aturan yang akan diberlakukan Pemkab Wonosobo harus mengarah kepada kepentingan masyarakat dimana masyarakat tetap bisa beraktifitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga ekonomi warga bisa kembali pulih.


Adib Annas M/dib

5 Komentar

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. I learn something new and challenging on blogs I stumbleupon everyday.

  3. Your site is very helpful. Many thanks for sharing!

  4. 170932 314622The posh distributed could be described as distinctive; customers are in fact yearning for bags is a Native aspirations. Which strange surroundings is built that is to market diversity furthermore importance with travel and leisure market trends. hotels particular offers 970928

Tinggalkan Balasan