ilustrasi

WONOSOBO, SM Network – Dampak ekonomi pandemi Covid-19 yang telah menyerang lebih dari 12 ribu jiwa di Indonesia kini mulai dirasakan warga. Untuk membantu warga terdampak, Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh menteri bersama kepala daerah memastikan agar pekan ini seluruh masyarakat yang perekonomiannya terdampak Covid-19 bisa menerima bantuan sosial (bansos). Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo hingga, Jumat (8/5) belum salurkan bansos tersebut kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan, ada kebijakan yang berbeda terkait besaran bansos yang diberikan Kementrian Sosial, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten. hal itulah yang menjadi kendala Pemkab, karena ditakutkan akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

“Saya berharap kepada Menteri Sosial dan Menteri desa dirubah kebijakanya, nilainya disamakan, kalau bisa bentuknya tidak usah lihat uang tapi barang. Alokasi bansos kalau tidak merata jadi masalah, kalau tidak segera juga jadi masalah. Tapi target kami bulan Mei sudah bisa di eksekusi untuk bantuan Kabupaten,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro medorong agar bantuan sosial segera direalisasikan. Dirinya juga meminta kepada Bupati untuk segera mengkoordinasikan dengan jajarannya agar segera menyelesaikan verifikasi dan validasi calon penerima bantuan sosial terutama yang belum menerima bantuan PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun bantuan sosial reguler lainnya dan segera menyalurkan bantuan sosial agar masyarakat lebih tenang dengan tetap tercukupinya kebutuhan pangan.

“Jika Jaring Pengaman Sosial bisa segera diberikan maka akan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kerawanan sosial,” tegas anggota DPRD dari fraksi PKB tersebut.

Suwondo juga meminta kepada Bupati untuk menginstruksikan kepada perangkat daerah untuk bisa segera melaksanakan paket-paket kegiatan yang memungkinkan dilaksanakan. Hal itu bertujuan agar tetap ada perputaran uang di masyaraka sehingga di masa sulit ini masyarakat tetap bisa bekerja dan memperoleh penghasilan. “Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, banyak juga warga yang pulang kampung masih menganggur sehingga mereka harus ada pekerjaan,” tegasnya.


Adhib Annas M

1 KOMENTAR