ilustrasi

TEMANGGUNG, SM Network – Dampak dari wabah korona tidak hanya pada kesehatan saja, namun berimbas pada aspek sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dampak diluar kesehatan ini Pemerintah Kabupaten Temanggung sedang mempersiapkan pemberian bantuan untuk warga sangat miskin. Hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq.

“Kami sedang mempersiapkan jaring pengamanan sosial terkait dampak wabah virus korona, yakni dengan memberikan bantuan non tunai untuk 25.000 keluarga. Dari jumlah tersebut merupakan warga yang telah masuk data sebagai masyarakat kategori paling miskin.

Gara-gara COVID-19 pabrik-pabrik tutup, perdagangan lesu, ekonomi menurun, maka tidak kalah penting adalah penyelesaian masalah sosial dan masalah ekonomi. Maka kita ingin membantu  dengan memberikan bantuan nontunai paling tidak selama tiga bulan masa krisis ini,”terang Hadik, kemarin.

Dari pengamatannya, dalam kondisi serba tidak menentu seperti saat ini, masyarakat berpenghasilan rendah semakin rendah. Alhasil, kemiskinan akan bertambah, maka sesuai instruksi Presiden dan Gubernur  harus disiapkan program jaring pengaman sosial bagi warga miskin yang terdampak paling parah akibat pandemik korona ini.

“Sekarang data dan angkanya juga sedang divalidasi, hal ini dilakukan untuk mengurangi ekses ekonomi di masyarakat dari wabah korona ini.  Bantuan memang tidak didasarkan pada spesifikasi pekerjaan, karena tidak ada datanya dan untuk memilahnya pun sulit.

Jika didasarkan spesifikasi pekerjaan, mereka yang terdampak pun akan banyak dan dikhawatirkan ada banyak protes, kalau tukang ojek diberi maka PKL dan pedagang keliling juga akan protes, maka yang dapat masyarakat paling miskin yang datanya sudah ada di pemerintah,”terangnya.


Raditia Yoni Ariya/Kim

2 KOMENTAR