Pemkab Sleman Siapkan Lokasi Karantina di Barak

SLEMAN, SM Network – Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan merupakan salah satu zona hijau Covid-19 di Kabupaten Sleman. Karena pertimbangan itu pula, sedikitnya 203 pengungsi dari Dusun Kalitengah Lor yang kini menempati barak Glagaharjo tidak mengikuti rapid test.

Uji hanya dilakukan terhadap relawan yang bertugas di barak. Dari 44 relawan yang menjalani rapid test, satu orang dinyatakan reaktif dan saat ini masih menunggu hasil swab. Upaya untuk mencegah munculnya klaster di barak pengungsian tidak hanya berhenti pada tindakan rapid test. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman juga menyiapkan tempat karantina jika ada pengungsi yang terpapar Covid-19.

“Tempat karantina segera kami siapkan di gedung SD sebelah lokasi barak Glagaharjo,” kata Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Kamis (12/11). Untuk memonitor kondisi kesehatan pengungsi, di barak disediakan pos kesehatan dengan dukungan tiga personel ┬átenaga kesehatan tiap shift terdiri dari dokter, perawat/bidan, dan sopir ambulans.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta agar ada ruang khusus yang dikosongkan di kompleks barak untuk antisipasi jika sewaktu-waktu ada pengungsi yang positif Covid-19. “Dengan begitu, bisa dikarantina sejak awal. Tidak perlu dipindah ke tempat yang jauh, malah khawatirnya tidak ada yang menjaga,” ucap Sultan saat berkunjung ke barak Glagaharjo, Selasa (10/11) lalu.

Sultan juga berpesan agar asupan makanan bagi pengungsi diperhatikan dengan baik, terutama usia anak-anak. Pengungsi bahkan diperbolehkan untuk mengusulkan menu makanan yang diinginkan. Harapan ini disampaikan oleh Sultan karena berkaca dari pengalaman erupsi Merapi 2010 silam, dimana banyak pengungsi yang pindah lokasi barak karena merasa tidak cocok dengan menu yang ada di tempat pengungsiannya.

“Mereka saling berkomunikasi lewat hp. Mobilitas pengungsi semacam ini tentu merepotkan,” ujarnya.

Disamping makanan utama, Sultan juga memandang perlu tambahan vitamin. Terlebih saat ini sudah memasuki musim hujan sehingga daya tahan tubuh rentan turun.

“Silakan kontak dengan provinsi untuk semua kebutuhan. Tidak usah pekewuh,” ucapnya.

Plt Kepala Puskesmas Cangkringan, Dyah Arum Retnaningtyas mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan petugas di barak yang rutin melakukan kontrol gizi. Sementara pengungsi satu orang ibu hamil ditempatkan di ruang yang letaknya bersebelahan dengan pos kesehatan.

Tinggalkan Balasan