Pemkab Sleman Kembangkan Percontohan Isolasi Mandiri

SLEMAN, SM Network – Satu orang penghuni shelter karantina di Asrama Haji Yogyakarta diizinkan kembali ke rumahnya. Pria berinisial Sw (45) ini dijemput oleh Gugus Tugas Dusun Jaban, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Minggu (12/4).

Sw menghuni shelter sejak Jumat (10/4) setelah kehadirannya ditolak oleh warga lantaran khawatir dengan penularan Covid-19. Namun setelah tim gugus tugas memberikan edukasi tentang cara isolasi mandiri, warga akhirnya bersedia menerima kepulangan Sw yang baru saja pulang mudik dari Bima, NTB.

“Setelah dijemput, yang bersangkutan akan diisolasi mandiri oleh keluarganya,” kata anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Makwan, Minggu (12/4). Keberhasilan Gugus Tugas Dusun Jaban dalam mengedukasi masyarakat ini mendapat apresiasi dari Pemkab Sleman.

Bahkan rencananya akan dijadikan model atau percontohan isolasi mandiri berbasis Komunitas.”Diharapkan bisa menjadi contoh bagi gugus tugas desa yang lain. Kami juga siap memberikan edukasi supaya ODP ringan maupun OTG dapat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing” kata Makwan yang menjabat Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman. 

Sw sendiri dari hasil pengecekan awal, dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG) pelaku perjalanan area terdampak (PPAT). Dengan dipulangkannya Sw, penghuni shelter Asrama Haji kini berjumlah 11 orang. Empat penghuni diantaranya berstatus orang dalam pemantauan (ODP),   dan tujuh lainnya OTG PPAT.

Dari hasil pemeriksaan, kondisi mereka sudah membaik.Selama berada di shelter, para penghuni rutin dicek kesehatannya setiap hari. Pemeriksaan kesehatan ini untuk vital sign meliputi parameter tekanan darah, nadi, respirasi, dan suhu tubuh, serta anamnesa sesuai format rekam medis.”Bagi yang sakit, diberi obat sesuai indikasi,” terang Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo.

Untuk sementara ini, baru satu shelter yang difungsikan yakni Asrama Haji di ringroad utara. Wisma Sembada Kaliurang yang sebelumnya juga disiapkan menjadi tempat karantina, urung terlaksana. Fasilitas milik Pemkab Sleman itu kini dikosongkan karena lokasinya relatif dekat dengan Merapi.

Sehingga jika Merapi mengalami erupsi, penghuni harus dipindahkan ke tempat yang aman.”Wisma Sembada sempat digunakan untuk menampung satu orang OTG tapi kemudian dipindahkan ke Asrama Haji,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman Shavitri Nurmala Dewi.Meski berada di satu lokasi, penempatan penghuni shelter berstatus ODP dan OTG dipisahkan.

ODP ditempatkan di lantai bawah sedangkan OTG PPAT tinggal di lantai tiga. Sementara ini, baru satu gedung di Asrama Haji yang digunakan yakni Muzdalifah dengan kapasitas 32 kamar.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan