SM/Dok

SLEMAN, SM Network – Harga cabai rawit di pasaran terus melesat. Saat ini sudah mencapai Rp 70.000 per kilogram. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman belum berencana melakukan operasi pasar.

“Kami masih menunggu hasil koordinasi lintas sektor untuk kemudian menentukan kebijakan yang akan dilakukan,” kata Sekretaris Disperindag Sleman Haris Martapa, kemarin.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman agar hasil lelang cabai, sebagian besar dijual di pasar lokal. Pasalnya selama ini, pelelangan di lima titik yang ada di Sleman hasilnya dibawa ke Jakarta. Selain itu, Disperindag juga berkomunikasi dengan pemasok cabai di Magelang agar stoknya dimasukkan ke Sleman. Terutama di enam pasar grosir yakni Pasar Tempel, Gamping, Godean, Sleman, Pakem, dan Prambanan.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan pasar-pasar di daerah penyangga supaya bersedia memasok cabai ke Sleman,” kata Haris.

Menurutnya, kenaikan harga cabai ini dipengaruhi pergantian musim. Stok di pasaraj berkurang karena masa panen baru akan berlangsung sekitar akhir bulan Februari. Dia optimis harga cabai akan berangsur stabil setelah masuk masa panen. 

“Kenaikan harga cabai justru terjadi sepekan terakhir, usai masa libur akhir tahun. Beda dengan tahun lalu, stok cabai surplus dan tidak mengalami lonjakam harga,” ujarnya.

Dari pendataan Disperindag, kebutuhan cabai rawit per bulan sekitar 178 ribu. Harga paling tinggi tercatat di Pasar Godean yang menembus Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan terendah di Pasar Gamping pada kisaran Rp 68 ribu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DP3 Sleman Heru Suptono mengatakan tidak semua cabai hasil lelang dibawa ke Jakarta. Hasil panen cabai ada sebagian yang dipasarkan di wilayah Sleman. Namun demikian, dia belum bisa merinci jumlahnya.

“Sebagian cabai di pasar lelang tetap dipasarkan di Sleman. Ini juga dalam rangka menghindari kelangkaan barang,” katanya.Menurut Heru, kenaikan harga cabai memang disebabkan ketiadaan stok barang karena petani belum masuk masa panen.