Pemkab Sleman Batal Bangun TPST Tambakboyo

SLEMAN, SM Network – Rencana Pemkab Sleman membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Dusun Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok gagal terwujud. Sedianya, TPST Tambakboyo bakal dibangun tahun depan menggunakan dana APBN senilai Rp 28 miliar. Namun, niatan itu urung terlaksana karena ada penolakan dari warga di sekitar lokasi.

“Kami sudah dua kali mengadakan pertemuan bersama masyarakat tapi tidak ada titik temu,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman (DLH) Sleman Dwi Anta Sudibya ditemui, Senin (14/9).

Padahal, lanjut dia, semua persyaratan telah dilengkapi termasuk DED, dan UKL/UPL. Anggaran dari pusat juga sudah dialokasikan untuk tahun depan, dan hanya tinggal masalah lokasi. Meski demikian, pihaknya tidak mempersoalkan reaksi penolakan tersebut karena sadar lokasi calon TPST berada di tengah pemukiman. Sementara, Tambakboyo tetap difungsikan sebagai transfer depo. 

“Kami baru mau mencari lokasi lain untuk pembangunan TPST. Alternatifnya di wilayah barat atau timur, karena Sleman tengah yang semula direncanakan di Tambakboyo sudah gagal,” bebernya.

Tim DLH sudah melakukan penjajakan ke lokasi alternatif. Untuk Sleman timur, pilihannya adalah Desa Sumberharjo atau Wukirharjo yang semua terletak di Kecamatan Prambanan. Sedangkan Sleman barat, penjajakan dilakukan di wilayah Kecamatan Minggir. Hasil sementara dari kegiatan penjajakan, belum ada satu pun lokasi yang deal.

Pemkab Sleman sebelumnya juga pernah merencanakan pembangunan TPST di Desa Madurejo, Prambanan. Namun juga mendapat penolakan dari warga. Berkaca dari semua pengalaman itu, DLH telah menyiapkan langkah untuk meyakinkan warga ke depannya.

Taktiknya, dengan mengajak masyarakat melakukan studi banding ke daerah yang telah menerapkan TPST dengan teknologi serupa semisal di Bandung. Biaya studi banding bahkan sudah dianggarkan di APBD Perubahan tahun ini.

“Studi banding baru akan dilakukan jika sudah fix. Kita hanya akan membangun satu TPST, itu pun mengandalkan dana dari pusat,” ujarnya.
Menurut Dwi, pembangunan TPST sangat mendesak karena kondisi TPST Piyungan yang telah melebihi kapasitas.

Adapun, TPST yang akan dibangun di Sleman nantinya berkapasitas 60 ton sampah per hari pada tahap pertama, sedangkan tahap kedua dibangun sampai dengan 140 ton. Kapasitas itu diakui masih kecil dibandingkan produksi sampah harian di Sleman yang mencapai 600 ton.

Tinggalkan Balasan