HOAKS: Postingan media sosial yang berisi tentang informasi penarikan biaya terhadap tenaga kesehatan di Purworejo, dilabeli hoaks oleh Kominfo setempat.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kabag Humas Setda Purworejo, Rita Purnama, Jumat (08/05/2020), melalui siaran pers yang memuat postingan media sosial mengenai isu tersebut, serta link berita yang menyampaikan informasi ada biaya penginapan bagi tenaga kesehatan.

“Kategori Hoaks,” tulis Rita Purnama

Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Said Romadon, menegaskan pihaknya tidak pernah meminta bayaran kepada tenaga kesehatan untuk membiayai penginapan bagi perawat atau dokter yang bertugas di bangsal penanganan Covid-19.

“Pemkab dan PDAU (pengelola hotel) tidak pernah minta bayaran. Keluarnya tenaga kesehatan dari Hotel Ganesha bukan karena dibebani pembayaran biaya sewa mandiri, melainkan mereka dipindahkan sementara di RSU RAA Tjokronegoro, karena Hotel Ganesha akan disterilisasi,” ujarnya.

Said mengatakan, para tenaga kesehatan yang menangani PDP dan positif tanpa gejala di RSUD Tjitrowardojo Purworejo juga sudah kembali menempati Hotel Ganesha, setelah sterilisasi selesai dilakukan oleh pihak hotel dan dinas kesehatan, Kamis (07/05/2020).

Dikatakan, sebanyak 48 nakes yang mendaftar untuk menempati rumah singgah sementara di Hotel Ganesha tersebut. Mereka adalah perawat dan bidan dari Bangsal Bima yang merawat PDP dan Bangsal Dahlia yang merawat pasien positif dan reaktif RDT positif tanpa gejala.

Terpisah, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Purworejo Heru Agung Prastowo membenarkan sejumlah anggotanya telah kembali menempati Hotel Ganesha sebagai rumah singgah sementara. Ia juga memastikan tidak ada pungutan biaya apapun. “Tidak ada pungutan biaya apapun dari pihak hotel yang merupakan milik Pemda ini,” katanya.


Heru Prayogo

1 KOMENTAR