SM/Adib Annas Maulana - TERJARING RAZIA : Sejumlah warga terjaring razia penegakan protokol kesehatan di Jalan Diponegoro, Kamis (18/11).

WONOSOBO, SM Network – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo mulai menerapkan sanksi denda kepada warga yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Tak kurang dari 52 warga terjaring razia dan diberikan sanksi berupa denda sebesar Rp 50.000 dalam operasi di kawasan Jalan Diponegoro, Kamis (18/11).

Kepala Bidang Ketenteraman Dan Ketertiban Umum, Hermawan Animoro mengatakan, penerapan sanksi berupa denda tersebut menjadi upaya tegas agar warga tak lagi abai terhadap Protokol Kesehatan.

“Proses sosialisasi dan edukasi Peraturan Bupati nomor 38 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru di Kabupaten Wonosobo, melalui operasi-operasi telah kita langsungkan lebih dari tiga bulan, sehingga saat ini penerapan sanksi denda kami berlakukan untuk memberikan efek jera,” terang Hermawan.

Meski demikian, tim gabungan dari Satpol PP, didukung TNI – Polri dan jajaran Dinas Perkimhub diakui Hermawan tak memaksakan sanksi denda bagi warga yang tidak memiliki uang. “Sanksi tegas ini kita lakukan untuk membuat masyarakat disiplin,” tegasnya.

Kepala Bidang Penegakan Perda, Sunarso menyebut para pelanggar protokol kesehatan yang tidak membawa uang maka sanksi diganti dengan menyita kartu identitas diri, atau bagi pelanggar di bawah umur, sanksinya adalah sanksi sosial berupa kewajiban menyapu sampah di pinggir jalan.

“Dalam sidang pembinaan kepada para warga pelanggar Prokes, petugas juga menyampaikan sosialisasi dan edukasi perihal pentingnya mencegah penularan COVID 19 dengan senantiasa disiplin mengenakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun maupun hand sanitizer, hingga menghindari kerumunan,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo menjelaskan, perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Wonosobo saat ini masih diupayakan untuk menguatkan peran serta seluruh komponen masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran virus korona.

“Jumlah akumulasi kasus telah mencapai 2.203 dengan 782 orang masih dalam perawatan, 1.293 dinyatakan sembuh dan 128 orang meninggal dunia,” ungkap Andang saat mengisi acara Hari Kesehatan Nasional baru-baru ini. Ia berharap dengan kesadaran semua pihak untuk disiplin menaati Protokol Kesehatan, jumlah pertambahan kasus konfirmasi positif dapat terus ditekan, dan Wonosobo kembali lagi ke zona hijau tanpa paparan korona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here