SM/Supriyanto RS DARURAT: Bupati Kebumen Yazid Mahfudz meninjau UPTD Klinik Pengobatan Penyakit Paru yang akan dipakai untuk rumah sakit darurat penanganan Covid-19, Senin (6/4).

KEBUMEN, SM Network – Pemkab Kebumen menyiapkan rumah sakit darurat untuk penanganan pasien Covid-19 Kebumen. Pemkab  akan memanfaatkan UPTD Klinik Pengobatan Penyakit Paru Kebumen yang berada di Jalan Gelatik 2A Kelurahan Panjer, sebagai rumah sakit darurat.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz saat meninjau klinik tersebut, Senin (6/4) mengatakan bahwa lokasi itu sangat memungkinkan sebagai rumah sakit darurat. Pasalnya fasilitas sudah tersedia dan tinggal merapikan saja. Di tempat itu terdapat sembilan ruangan di lantai bawah dan di lantai dua bisa menampung 40 pasien.

Bupati menargetkan pada awal Ramadan rumah sakit darurat tersebut sudah dapat beroperasi. Sehingga penanganan pasien Covid-19 di Kebumen bisa lebih optimal. “Saya minta sebelum Ramadan terkait hal teknis selesai dikerjakan,” pinta Yazid Mahfudz yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kebumen.

Rumah sakit darurat ini sekaligus sebagai bentuk antisipasi membludaknya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Tempat ini juga bisa sekaligus sebagai karantina bagi ODP maupun PDP yang tidak bisa mengkarantina dirina sendiri,” imbuhnya.

Terkait dengan tenaga medis yang akan ditugaskan, pihaknya akan melibatkan relawan profesional. Pemkab Kebumen juga akan menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Stikes Muhammadiyah Gombong. Tak hanya rumah sakit darurat, Pemkab Kebumen juga menyiapkan ruang karantina bagi tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Lokasinya berada di penginapan yang letaknya di Komplek PLUT UMKM Kebumen. Kamar yang tersedia sebanyak 10 kamar dan dua kamar VIP, masing-masing terdapat dua tempat tidur. Penjagaan Perbatasan Turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Dokter Dwi Budi Satrio, Kepala DPUPR Haryono Wahyudi, Kepala Dinas Kominfo Cokroaminoto.

Direktur RSUD dr Soedirman Kebumen dr Widodo Suprihantoro, Kepala UPTD Klinik Pengobatan Penyakit Paru Kebumen dr Nugroho Arief Budiyono dan Kabag Humas Setda Kebumen Eko Purwanto. Pemkab juga melakukan penjagaan ketat di lima perbatasan terutama yang berbatasan dengan zona merah, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo untuk antisipasi urban yang masuk ke Kebumen.

Urban itu bisa dalam negeri seperti di luar daerah dan luar negeri seperti TKI. “Semua pabrik tutup sehingga para pekerja dalam dan luar negeri pulang kampung, ini masalah yang ada di kita semua, mohon dipahami bersama,” katanya.

Data pantauan Covid-19 Kebumen Senin (6/4) pukul 15.23, jumlah ODP mencapai 1.789 orang. Sebanyak 1.417 orang masih dalam proses pemantauan dan 372 orang selesai pemantauan.  Sedangkan jumlah PDP sebanyak 54 orang terdiri atas 30 orang dalam pengawasan, 14 orang selesai pengawasan. Sebanyak 10 pasien yang telah uji swap diketahui negatif Covid-19. Sedangkan jumlah kasus positif Covid-19 dua orang. Satu masih dalam perawatan, satu orang meninggal dunia.


Supriyanto