SMN/dok - DESAIN GERBANG: Empat desain gerbang yang akan dibangun Kemen PUPR sebagai pintu masuk kawasan Borobudur.


YOGYAKARTA, SM Network – Pemerintah secara bertahap segera merealisasikan rencana-rencana pengembangan di kawasan Candi Borobudur, terutama di Kawasan Pariwisata Borobudur. Salah satunya bakal membangun empat gerbang cantik di pintu masuk kawasan Borobudur.

“Kalau ini kami mengandalkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan penataan jalan-jalan di sekitar Candi Borobudur serta di gerbang-gerbang masuk Kawasan Borobudur,” papar Direktur Destinasi Wisata Badan Otorita Borobudur Agustin Perangin Angin pada SM Network, Rabu (8/4).

Agustin menyebut, untuk gerbang masuk yang akan dibangun megah itu seperti Gerbang Samudera Raksa Klangon untuk pengunjung dari Kulon Progo dan Gerbang Singa di Palbapang untuk pengunjung dari arah Yogyakarta. Kemudian Gerbang Kalpataru di Blondo untuk pengunjung dari arah Semarang serta Gerbang Gajah di Kembanglimus untuk pengunjung dari Purworejo.

“Sehingga ketika wisatawan akan masuk Kawasan Borobudur sudah terasa penyambutannya. Sementara Candi Borobudur sendiri juga akan melanjutkan panataan khususnya pintu masuknya, sehingga ketika masuk ke areal Candi Borobudur langsung terlihat kemegahannya,” jelas dia.

Disamping itu juga, ungkap dia, ada penataan pedestrian yang akan menghubungkan Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur. Hal ini dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menciptakan Kawasan Pariwisata Borobudur menjadi  Superprioritas sebagai Bali baru harus menyiapkan diri dengan Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas yang bekelas dunia ditunjang oleh SDM berkelas dunia juga tentunya. 

“Kembali terkait dengan ini semua Badan Otorita Borobudur harus menjalankan perannya melakukan koordinasi sehingga gerak langkah semua stakeholder dapat harmoni menjadi orchestra yang indah nan memberikan kenangan baik bagi tamunya,” ungkap dia.

Menurut dia, dengan adanya pandemi Covid-19 secara global dengan tak terkecuali di Indonesia, sejumlah agenda BOB yang telah tersusun menjadi terkena dampak terutama yang melibatkan pengumpulan massa. Meski begitu, pihaknya tetap harus bekerja merealisasikan rencana-rencana yang bisa dilakukan.

“Sementara kami memang fokuskan ke hal hal pematangan konsep,” imbuhnya. Agustin mengungkapkan, sebagai satuan kerja (satker) dibawah Kementerian Pariwisata, Ekonomi Kreatif, BOB hadir untuk mempercepat pengembangan dan pembangunan di Kawasan Pariwisata Borobudur melalui langkah-langkah terkoordinasi, sistematis, terarah, dan terpadu sehingga pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan Kawasan Pariwisata Borobudur dapat optimal.

“Apalagi kawasan kami mencakup wilayah Destinasi Pariwisata Nasional, yaitu Destinasi Parwisata Nasional Borobudur-Yogyakarta dan sekitarnya, Destinasi Pariwisata Nasional Solo-Sangiran dan sekitarnya, serta Destinasi Pariwisata Nasional Semarang-Karimunjawa dan sekitarnya.

Selain itu kami diberikan hak Pengelolaan dan Pembangunan Kawasan seluas 300 hektar di Purworejo sebagai zona otoritatif,” tutur dia.Untuk pembangunan destinasi wisata, lanjutnya, maka menyangkut 3A, yakni Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas.

Yang mendorong wisatawan hadir tentu atraksinya harus berkualitas, serta dilengkapi dengan akses menuju ke tempat tersebut, dan sesampainya mereka di atraksi ada amenitas yang diperlukan. “Semuanya harus berkualitas baik karena bukan hanya BOB saja yang menawarkan atraksi sejenis,” tandas dia.


Gading Persada

1 KOMENTAR