Pemdes Di Wonosobo Bantah Lakukan Pungli

WONOSOBO – Kabar dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pemerintah Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran beredar di masyarakat. Namun, isu tersebut dibantah Pemerintah Desa Pacekelan, Kecamatan Sapuran dalam jumpa pers yang diikuti Kepala Desa Pecekelan Agus Prasetiyo, Sekretaris Desa Amin Kolis, Ketua BPD Pecekelan Pawit Muryanto, dan sejumlah perwakilan warga di Kantor Desa Pacekelan, Rabu (6/5).

Agus Prasetiyo kepada wartawan menjelaskan, besaran uang retribusi truk dan retribusi sebesar lima persen yang dilakukan itu sudah berdasarkan kesepakatan dan aspirasi warga yang tertuang dalam Peraturan Desa (Perdes). Menurutnya, kabar mengenai penarikan pungutan jutaan rupiah kepada para pengusaha dan Rp 300 ribu perbulan kepada pemilik truk di desa setempat adalah hoax.

“Yang sebenarnya adalah pemilik atau sopir truk yang telah bersedia memberikan kontribusi ke desa namun sesuai dengan kesanggupan mereka masing-masing. Ya berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu perbulan dan tidak seperti berita yang beredar yaitu Rp 300 ribu. ,” tandasnya.

Agus mengatakan, Perdes itu dibuat dari aspirasi warga agar nantinya tidak menjadi pungutan liar sehingga penggunaan uang tersebut lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dana tersebut juga untuk kepentingan warga dalam bentuk satu unit Ambulans desa untuk Dusun Panto dari hasil Pungutan Desa dan satu unit ambulans desa dari anggaran Dana Desa tahun 2020. Dana itu juga digunakan untuk honor linmas” katanya.

Sekertaris Desa, Amin Kolis menambahkan, adanya Surat Perjanjian Kerjasama yang diisi oleh pengusaha di wilayahnya adalah bentuk kelonggaran dari Perdes yang sudah ditetapkan.

“Perdes, itu sebetulnya standar maksimal sudah ada. Cuman kenyataan di lapangan itu beda. Contohnya toko bangunan yang gede itu Rp 100 ribu per bulan, cuman kenyataan di lapangan tidak bisa jadi kita perlu ini (surat) kesanggupan beliau. Sehingga ada pertanggungjawaban ke masyarakat bahwa kita dapatnya nggak sesuai dengan Perdes ,” bebernya.


Adib Annas Maulana

Tinggalkan Balasan