Pembangunan TPS3R Kembali Diprotes Warga

MUNGKID, SM Network – Setelah sebelumnya ratusan warga sempat memberikan tanda tangan sebagai penolakan atas penolakan terhadap pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Dusun Bojong, Desa wringinputih, Kecamatan Borobudur yang ditujukan ke Camat dan Kepala Desa.

Kali ini ratusan warga kembali melakukan aksi serupa, serta mendatangi lokasi dan memasangi spanduk penolakan, Minggu (19/7). Aksi dilakukan kembali karena lokasi TPS3R dirasa sangat dekat pemukiman, dan Pondok Pesantren serta Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Warga juga mengatakan jika pembangunan tidak segera dipindah, maka akan melakukan aksi demo ke Balai Desa.

Salah satu warga Dusun Bojong, Sudarso (40) mengatakan sebelumnya pada Jumat (17/7) lalu, warga sudah mengirimkan surat penolakan ke Camat dan Kepala Desa namun belum ada tanggapan, dimana dalam surat tersebut ditandatangani oleh 141 warga, atau sekitar 80 persen warga Dusun Bojong.

“Pak Camat hanya bilang mau mempelajari dulu, sedang dari Kepala Desa sampai saat ini belum ada respon sama sekali,” kata Sudarso.
Dia menegaskan jika tuntutan warga tidak diindahkan, mereka bertekat akan melakukan aksi demo di Balai Desa. “Jika hari ini proses pembangunan masih berlanjut, ya warga akan melakukan demo, ke Balai Desa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan aksi kali ini, dilakukan sebagai bentuk penolakan atas dibangunya Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), karena TPS 3R tersebut dinilai akan membawa dampak buruk terhadap warga. “Kami ingin pembangunan itu dipindah karena di pintu masuk Dusun, dekat pemukiman, dan Pondok pesantren serta mepet dengan Balkondes,” ungkapnya di sela-sela aksi pemasangan spanduk di lokasi pembangunan TPS3R.

Alasan warga nenolak pembangunan TPS3R sama dengan yang disampaikan dari awal yakni pembangunan senilai 800 juta lebih dari Kementrian PUPR tersebut, selain dekat pemukiman, dan Pondok Pesantren, juga berdekatan dengan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang sering digunakan untuk menginap pengunjung wisata.

“Sebenarnya kami tidak menolak pembangunan TPS3R, asal lokasinya dipindah ke lahan lebih jauh dari pemukiman. Apalagi sebelahnya ada Pondok Pesantren, dan Balkondes,” ungkap Sudarso. Menanggapi aksi warga tersebut, salah satu anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Wringinputih Sugeng, menyatakan pembangunan dilaksanakan sesuai dengan Musyawarah Desa (Musdes) beberapa waktu lalu.
“Selama belum ada perintah untuk menghentikan sementara dari Pemdes atau Kabupaten ya jalan terus,” katanya.

Diketahui sebelumnya Musyawarah Desa (Musdes) pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse dan Recycle (TPS3R) di Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Magelang, nyaris ricuh, Rabu (24/6/2020) malam. Pasalnya pembangunan senilai Rp. 800 juta lebih dari Kementrian PU-PR ini mendapat penolakan sebagian warga bahkan Pondok Pesantren setempat. Selain berdekatan dengan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) dan pemukiman warga, TPS3R juga dinilai akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Rapat yang diselenggarakan di Balai Desa Wringinputih ini diprakarsai oleh Badan Perwakilan Desa (BPD) dengan mengundang 85 orang terdiri dari perangkat desa serta perwakilan dan tokoh masyarakat desa. Didalam rapat terungkap sedianya TPS3R akan di bangun di Dusun Srigentan, Desa Wringinputih, namun hampir semua warga di Dusun tersebut menolak. Meski ada penolakan hasil rapat Musdes tetap memutuskan pembangunan TPS3R dipindah ke tanah bengkok Kepala Desa yang letaknya di Dusun Bojong, dan berdekatan dengan Balkondes dan pemukiman, serta Ponpes.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan