Pembangunan Jembatan Merah Dikejar Tahun Ini

SLEMAN, SM Network – Setelah terkatung-katung selama hampir empat tahun, rencana pembangunan Jembatan Merah di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman mulai menemukan titik terang. Pemilik lahan yang terdampak telah menyetujui proses pembebasan aset mereka.

“Sekitar satu bulan lalu ada surat dari pemerintah desa melalui camat setempat menyatakan bahwa pemilik hak atas tanah tersebut sudah sepakat dengan pembebasan lahan,” kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Achmad Subhan, Kamis (12/3).

Detail engineering design (DED) rehabilitasi Jembatan Merah sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun 2016. Namun realisasinya sempat terganjal persoalan pembebasan lahan. Kini, permasalahan itu sudah rampung sehingga tinggal menunggu pelaksanaan. Subhan mengungkapkan, realisasi paling cepat akhir tahun ini menggunakan dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Jika tidak terkejar, akan dilaksanakan tahun depan.

“Pagu anggarannya berkisar Rp 5-6 miliar. Standar untuk (pembangunan) jembatan rata-rata sejumlah itu,” imbuhnya. Jika ada kelebihan anggaran, nantinya bisa dialihkan untuk peningkatan sarana infrastruktur lain semisal jalan. Jembatan Merah merupakan akses penting karena terletak di pusat kota.

Dari hasil pengecekan tim DPUPKP, kondisi jembatan memang sudah tidak layak dikarenakan faktor usia yang sudah lama.Ditambah, area sekitar Jembatan Merah adalah kawasan padat penduduk, dan bagian sentra perekonomian Sleman serta lingkungan kampus. Sehingga, volume kendaraan yang lewat di lokasi itu cukup tinggi. 

Lantaran kondisi fisiknya sudah mengkhawatirkan, sejak seminggu terakhir kendaraan roda empat dilarang melintas diatas Jembatan Merah. Hanya sepeda motor yang boleh lewat. Terkait penutupan akses Jembatan Merah ini, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Marjanto menjelaskan, ada beberapa rute alternatif yang bisa diambil oleh pengendara mobil.

“Bisa lewat jalur Selokan Mataram, atau jalan yang ada di sisi timur Jembatan Merah,” bebernya.Jika nantinya jembatan itu akan dilebarkan menjadi 7 meter, pihaknya sangat mendukung. Pasalnya, jembatan yang eksisting hanya bisa dilalui satu mobil. “Bayangan saya, kalau ada pembebasan lahan barangkali ke depan bisa untuk dua arah. Selama ini, mobil yang lewat tidak bisa sliringan (berjejeran), harus gantian,” ungkapnya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan