Pembangunan Jembatan Kalinegoro Selesai

MUNGKID, SM Network – Pembangunan jembatan gantung di wilayah Kalinegoro yang menghubungkan Dusun Jati Desa Kalinegoro Kecamatan Mertoyudan dan Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran selesai dibangun.

Terlihat beberapa warga menggunakan sepeda motor menyeberang Sungai Progo melalui jembatan gantung Kalinegoro, Rabu (25/3). Pengawas Lapangan PPK Jembatan Kementerian PJN 2 Jateng, Mulyanto, mengatakan, jembatan tersebut yang berdiri menyebrangi Sungai Progo, sudah selesai pembangunannya.

“Sudah selesai dibangun namun belum tahu kapan akan diresmikan. Untuk jembatan gantung di Baledu di Temanggung yang satu paket pengerjaan dengan jembatan gantung Kalinegoro, sudah diresmikan oleh Dirjen Bina Marga pada 13 Maret lalu,” jelas Mulyanto.

Jembatan gantung Kalinegoro tersebut memiliki ukuran dengan panjang 120 meter dan lebar 1,8 meter. Sesuai dengan desainnya adalah jembatan gantung maka yang bisa melintas adalah sepeda motor, sepeda kayuh dan pejalan kaki. Ia menjelaskan, bahwa jembatan tersebut merupakan proyek satu paket bersama dengan tujuh jembatan lain di wilayah provinsi Jawa Tengah.

Untuk Kabupaten Magelang sendiri terdapat di Tempak Kecamatan Candimulyo, Kalinegoro Kecamatan Mertoyudan, Blongkeng Kecamatan Ngluwar. Kemudian ditambah dua jembatan di Kabupaten Kendal, satu di Semarang dan dua di Temanggung, dengan anggaran kurang lebih senilai 10 milyar rupiah.

“Anggaran dari APBN, diharapkan tahun ini selesai, total jembatan dalam satu paket ada delapan jembatan gantung, kecuali untuk yang Blongkeng bukan jembatan gantung jenisnya,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Desa Kalinegoro, Arya Putra Ghari, berharap dengan adanya jembatan Dusun Jati lalu lintas di wilayah tersebut menjadi semakin ramai dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Dikarenakan mobilitas masyarakat dapat terbantu dengan adanya jembatan itu, misal dari segi siswa sekolah dan perekonomian warga.

“Warga Desa Sumberarum Tempuran mau ke Pasar Sraten menjadi lebih dekat. Begitu juga warga Dusun Jati yang akan menjual hasil panen ke Tempuran juga lebih mudah. Namun tetap harus patuh dengan peraturan, dan hati-hati saat melintas jembatan tersebut, karena hanya boleh digunakan oleh kendaraan roda dua saja dan pejalan kaki,” kata Ghari.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan