SM/pendim KP - JEMBATAN: Secara gotong royong, tentara dan warga membangun jembatan di lokasi TMMD Reguler ke-170 di Pedukuhan Prangkokan, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo

KULONPROGO, SM Network – Keinginan warga Pedukuhan Prangkokan, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo akan akses jembatan yang memadai bakal segera terealisasi. Hal ini seiring dengan mulai selesainya pembangunan jembatan di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107 yang diinisiasi Kodim 0731/Kulon Progo ini.

“Jembatan penghubung akses jalan Pedukuhan Prangkokan ini memiliki manfaat yang besar bagi warga dalam melakukan aktifitas sehari-hari sehingga pada TMMD Reguler ini dijadikan sebagai salah satu sasaran pembangunan,” papar Babinsa Purwosari, Serma Sarana.

Menurut dia, jalan Pedukuhan Prangkokan tersebut melewati atas sungai dan awalnya hanya dihubungkan dengan plat beton dengan lebar kurang lebih satu meter, panjang lima meter, sehingga hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua itupun harus berhati-hati.

Warga memang berkeinginan untuk melebarkan jembatan tersebut agar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan nyaman dan tidak membahayakan.

“Pembangunan jembatan sudah dimulai saat Pra TMMD dimana warga bersama Personel Kodim 0731/Kulon Progo sudah mulai mengerjakan pembangunan jembatan tersebut dengan kerja bakti pembuatan pondasi jembatan dan pemasangan tiang penyangga papan penopang bagian dasar jembatan yang akan dicor,” jelasnya.

Dengan dimulainya secara resmi TMMD Reguler beberapa waktu yang lalu, untuk pengerjaan selanjutnya dilakukan oleh warga bersama Satgas TMMD Reguler. Jembatan tersebut dilebarkan menjadi lima meter dengan panjang lima meter dan saat ini pengecoran sudah selesai dilaksanakan dan tinggal penyempurnaan.

“Dengan dilebarkannya jembatan akan sangat banyak manfaat bagi kami terutama dalam melakukan aktifitas sehari-hari, kendaraan roda empat juga dapat masuk sehingga dapat mempermudah, mempercepat dan menghemat tenaga dan biaya bagi warga yang ingin menjual hasil bumi,” tutur Dukuh Prangkokan Parmono.


Gading Persada