Pembangunan Bendungan di Purworejo Kembali Digugat

PURWOREJO, SM Network – Nilai ganti rugi tanah terdampak Bendungan Bener kembali digugat oleh 154 orang pemilik lahan dari Desa Nglaris, Desa Kemiri, dan Desa Guntur, Kecamatan Bener. Masyarakat menilai, tim pengadaan tanah melakukan tindakan melawan prosedur saat menentukan harga tanah mereka, beberapa waktu yang lalu.

Kuasa Hukum penggugat, Hias Nagara, menyebut, masyarakat yang menggugat tersebut merupakan pihak yang telah menyetujui adanya ganti rugi yang berkisar Rp 50 sampai dengan Rp 60 ribu permeter. Gugatan ini dilakukan mengingat ada celah masyarakat untuk mendapat kenaikan ganti rugi yang lebih layak, daripada yang ditentukan tim apraisal.

“Masyarakat memasukan poin-poin yang diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo atas ganti rugi tanah yang digugat oleh Saudara Maksum, beberapa waktu lalu. Disana hakim mempertimbangkan aspek nilai ganti rugi diluar tanah itu sendiri, sehingga dapat menerima ganti rugi yang lebih manusiawi,” katanya, Kamis (5/3), di PN Purworejo.

Hias mengatakan, kedatanganya di PN Purworejo bersama puluhan perwakilan masyarakat kemarin bertujuan untuk menyampaikan gugatan tersebut. Landasan gugatan terkuat, kata Dia, yakni pada prosedur penentuan nilai ganti rugi. Pasalnya, pihak pengadaan tanah tidak mensosialisasikan hasil penilaian Tim Apraisal sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Seharusnya pihak pengadaan tanah, dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) tidak mensosialisasikan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) selambat-lambatnya tigapuluh (30) hari sejak nilai ganti rugi diputuskan. Ini berarti ada cacat hukum dalam menentukan ganti rugi,” ujarnya.

Setelah menyampaikan gugatan, lanjut Hias, pihaknya akan menyiapkan segala hal yang diperlukan dalam sidang nanti. Untuk sementara waktu, Pengadilan Negeri Purworejo juga belum menentukan jadwal sidang perkara ini.

Kehadiran masyarakat di PN Purworejo, kemarin, juga didampingi oleh dua orang anggota DPRD Dapil VI Purworejo, M Abdullah dan Nurohman, yang mengaku akan mendampingi masyarakat sampai mendapatkan ganti rugi yang layak. Mereka juga menyebut pihak BBWS dan BPN justru menghambat pembangunan Bendungan Bener.

“Gugatan kemarin oleh masyarakat sudah dimenangkan. BBWS dan BPN justru kasasi, sebenarnya mereka sendiri yang menghambat jalanya proyek Bendungan Bener itu sendiri. Seandainya pihak pengadaan tanah ini mau menerima keputusan hakim dan menjadikan sebagai yurisprudensi, masyarakat akan menerima,” katanya.


Heru Prayogo

4 Komentar

  1. 465727 502570Hello Guru, what entice you to post an write-up. This write-up was extremely intriguing, particularly since I was looking for thoughts on this topic last Thursday. 253220

  2. 993188 629692Sweet web website , super style and design , rattling clean and utilize genial . 377759

  3. 966031 820457You made some decent points there. I looked on the internet for that issue and located most individuals will go together with with the website. 272101

  4. 37455 938302Hmm is anyone else encountering troubles with the pictures on this weblog loading? Im trying to figure out if its a dilemma on my finish or if it is the weblog. Any responses would be greatly appreciated. 818772

Tinggalkan Balasan