Pembangunan Akses Air Minum Dan Sanitasi Capai 36 Miliar

WONOSOBO, SM Network – Pembangunan akses air minum dan sanitasi pada tahun 2020 dengan dana DAK maupun Pamsimas bakal dialokasikan di sebanyak 89 titik lokasi, baik di desa maupun kelurahan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Total anggaran pembangunan yang akan dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat tersebut mencapai 36 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Supriyanto dalam acara rapat koordinasi tentang air minum dan sanitasi yang diprakarsai oleh Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Wonosobo bekerja sama dengan Kodim 0707/Wonosobo di Gedung Sasana Adipura Wonosobo, Selasa (18/2).

“Terkait kegiatan sanitasi dan air minum di Kabupaten Wonosobo ini, peran DPUPR sebagai dinas teknis yang berkewajiban mengelola kegiatan tersebut berusaha dengan sebaik-baiknya dalam mendampingi pelaksanaan kegiatan dari mulai proses pengajuan lokasi dan alokasi dana sampai pada akhir pembangunan nantinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai langkah setelah ditetapkannya lokasi dan alokasi anggaran, maka hari ini dilaksanakan tahapan sosialisasi di tingkat kabupaten. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan bisa memberikan informasi yang jelas dan lengkap kepada semua pihak terkait, baik desa atau kelurahan penerima alokasi dana dan tim koordinasi dari tingkat kabupaten maupun kecamatan.

“Dimana harapannya bisa bersama-sama mengawal dan mendampingi pelaksanaan kegiatan, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan tanpa terkendala apapun,” bebernya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat selaku Dansatgas Sanitasi Kabupaten menyampaikan, bahwa masalah air minum dan sanitasi adalah ibarat sisi mata uang yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan kebutuhan pokok setiap mahluk hidup termasuk didalamnya manusia.

“Jika sanitasi jelek akan berimbas pada air minum, jika air minum tidak layak maka bisa menyebabkan kesehatan kita akan terganggu. Berbagai macam penyakit akan muncul,” ungkapnya.

Oleh karena itu, katanya, harus dijaga secara bersama-sama. Apalagi Wonosobo merupakan daerah sumber air bagi daerah dibawahnya, seperti Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Kebumen bahkan sampai Cilacap.

“Berkaitan dengan sanitasi, saya perintahkan para Babinsa untuk mendampingi kepala desa agar bersama-sama memberikan pengertian tentang pentingnya sanitasi yang baik. Saat ini masih banyak rumah tangga yang masih membuang limbah secara sembarangan. Untuk itu kita tidak boleh bosan mengajak masyarakat agar merubah pola hidupnya,” pungkasnya.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan