Pembagian JPS Provinsi di Kelurahan Purworejo Dipertanyakan

PURWOREJO, SM Network – Pembagian JPS (Jaring Pengaman Sosial) Provinsi Jawa Tengah, di Kelurahan Purworejo disoal. Beberapa oraang yang seharusnya berhak menerima bantuan belum terdata dan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan yang berisi paket sembako senilai Rp 200 ribu rupiah tersebut.

“Ada warga saya yang tidak dapat. Padahal dia janda, bisu, dan anaknya banyak. Ada juga takmir masjid yang kondisinya miskin juga tidak dapat. Saya penasaran dengan pendataanya itu bagaimana,” kata Rashid Muhammad (64), Wakil Ketua RW 11 Kelurahan Purworejo, di depan kantor kelurahan setempat, siang hari ini (09/06/2020).

Rashid juga sempat mempertanyakan mekanisme pendataan bantuan JPS Provinsi kepada Lurah Purworejo. Sebagai tokoh masyarakat, Ia merasa memiliki beban moral kepada warga yang tahunya pendataan dilakukan oleh RT, RW, dan pihak Kelurahan. Ia juga meminta kepada lurah untuk memperjuangkan masyarakat terdampak Covid-19 yang belum dapat bantuan supaya terbantu.

“Saya minta kepada pak lurah untuk dapat menjelaskan ini kepada masyarakat, dan memperjuangkan supaya yang berhak mendapatkan bantuan semuanya,” tegasnya.

Lurah Purworejo Adi Pawoko, merespon keluhan warganya, mengungkapkan pihaknya hanya menjalankan prosedur. Adapun warga terdampak Covid-19 yang belum mendapat bantuan dari pemerintah akan diupayakan menerima bantuan. Sementara pendataan warga terdampak, kelyrahan tidak memiliki kewenangan menunjuk siapa yang akan menjadi penerima.

“Proses pendataanya, RT dan RW mengusulkan ke kelurahan. Kami hanya berhak mencoret data penerima yang berstatus PNS, TNI, POLRI, dan warga yang sudah mendapatkan bantuan PKH atau BPNT. Data kemudian kami setorkan ke kecamatan, dan yang memutuskan siapa yang menerima bukan dari pihak kelurahan,” katanya.

Adi mengatakan, ada lebih dari 6000 KK ( Kepala Keluarga), di Kelurahan Purworejo. Data warga terdampak yang diusulkan RT dan RW berkisar 2000 KK. Setelah diperiksa pihak kelurahan, hanya 1300 KK yang lolos sebagai oenerima JPS Provinsi. Data terakhir yang diterima kelurahan, ada 768 KK yang ditunjuk sebagai penerima bantuan tersebut. “Paket sembako yang diterima adalah sembako, senilai Rp 200 ribu,” katanya.

Terkait dengam pembagian, kata Adi, pihak kelurahan hanya menyediakan tempat dan membuat jadwal undangan bagi warga penerima. Selebihnya bukan menjadi tanggungjawab kelurahan. Pembagian dilakukan mulai pukul 08.00 sampai dengan 15.00 waktu setempat. Sistem sift diberlakukan untuk menghindari kerumunan. “Kalau ada warga yang belum menerima kita upayakan. Kalau belum dapat bantuan, baik PKH, BPNT, maupun BLT, nanti akan kita usulkan lewat jalur Bansos Kabupaten. Andaikata mendesak, kami juga meminta bantuan kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Heru Prayogo

5 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  3. I love looking through a post that can make people think. Also, many thanks for permitting me to comment!

  4. 891037 812899Youre so cool! I dont suppose Ive read anything like this before. So good to discover somebody with some original thoughts on this topic. realy thank you for starting this up. this website is something that is needed on the internet, someone with slightly originality. valuable job for bringing something new to the internet! 45139

Tinggalkan Balasan