SM/Asef F Amani - DITUTUP SEMENTARA: Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan memantau peserta pelatihan menjahit di BLK, belum lama ini, yang saat ini untuk sementara aktivitas pelatihan dihentikan hingga Juni 2020 mendatang.

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang untuk sementara menutup balai latihan kerja (BLK) hingga Juni 2020 sebagai antisipasi penyebaran virus korona (Covid 19). Meski, para peserta BLK diyakini bisa membuat alat pelindung diri (APD) maupun masker yang belakangan langka di pasaran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang, Gunadi Wirawan mengatakan, secara kualitas SDM peserta BLK sangat mampu membuat masker dan APD. Namun, pihaknya memilih untuk mengurangi risiko penyebaran, karena ketersediaan masker dan APD masih mencukupi.

“Kita punya stok masker dan di awal sudah kita bagikan kepada masyarakat sekitar BLK. Itu semuanya dari peserta BLK. Tapi, karena pandemi korona sudah menjadi darurat nasional, maka pelatihan BLK kita tutup untuk sementara waktu,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/4).

Dia menuturkan, kebijakan menutup total aktivitas BLK ini, karena pihaknya ingin mengindahkan imbauan pemerintah pusat, terkait sosial distancing (pembatasan sosial) dan physical distancing (pembatasan fisik).

Ia menilai, lebih baik BLK ditutup, karena tiap kelas jumlah peserta minimalnya adalah 16 orang. Jumlah ini, katanya, sangatlah tidak aman bila tetap dipaksakan untuk menggelar pelatihan.

“Meskipun itu membuat masker tapi tetap saja risikonya besar. Karena itu, kita memilih BLK tutup,” katanya.

Terlebih lagi, kata Gunadi, permintaan masker dan APD di rumah sakit se-Kota Magelang juga sudah terpenuhi dari daerah lain. Soal stok tersebut sejauh ini tidak ada persoalan.

“Namun, kami siap jika memang dibutuhkan, meski hanya membuka jurusan konveksi saja, dan khusus membuat masker, bisa membantu memproduksi,” imbuhnya.


Asef Amani

4 KOMENTAR