Pelapor Kasus Kades Wonotopo Kecamatan Gebang Purworejo Diintimidasi

PURWOREJO, SM Network – Pelapor kasus dugaan pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Wonotopo Kecamatan Gebang, mendapat intimidasi dari sejumlah pihak, setelah mengadukan perkara tersebut ke Polres Purworejo.

“Saya seperti dipaksa datang ke balai desa oleh pak lurah dan beberapa orang perangkat desa, padahal saya sudah menolak,” kata Muchsin Ketua BPD Desa Wonotopo sekaligus orang yang menjadi salah satu pelapor dugaan kasus tersebut, Rabu (01/07/2020) tengah malam.

Muchsin mengatakan, kronologi kejadianya terjadi pada hari Rabu (01/07/2020). Ia mengaku mendapat surat undangan dari pemerintah desa, untuk dapat menghadiri acara klarifikasi mengenai masalah pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh Kades Wonotopo.

Dikarenakan Muchsin telah bersepakat dengan pelapor lainya, Ia memutuskan untuk tidak menghadiri undangan dari kepala desa Wonotopo, tanpa didampingi oleh kuasa hukum. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, kepala desa Wonotopo dan beberapa orang, mendatangi rumahnya.

“Nah disitu saya ditakut-takuti oleh mereka, katanya saya bahaya, kalau dilaporkan balik saya bisa dipenjarakan dan lain-lain. Mereka juga mengatakan saya akan rugi (uang) banyak kalau melanjutkan masalah ini, saya dipepet terus ya terus saya mau datang karena takut,” kata Muchsin.

Dikatakan, meski dalam surat undangan Muchsin diundang untuk kegiatan klarifikasi, yang mengagetkan dirinya adalah keberadaan banyak orang di balai desa, meliputi kepala desa lengkap dengan jajaranya, dan beberapa muspika Kecamatan Gebang.

Sampai disana, kata Muchsin, Ia dipaksa menandatangani surat kesanggupan untuk mencabut aduan kasus dugaan pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh Kades Wonotopo. Sampai larut sore, lantaran merasa terpojok, Muchsin kemudian menandatangani surat tersebut.

“Disitu kan ada pak camat (Gebang), dia juga bilang saya bisa bahaya, bisa dipenjara nanti. Kata pak camat, kalau paling hanya dipalsu tandatangan kan saya tidak rugi, tetapi kalau dipenjara kan kasian keluarga saya terus saya bisa habis uang banyak,” kata Muchsin.

Singkat cerita, Muchsin, menuruti arahan dari Camat Gebang, Babinsa Gebang, dan Kepala Desa Wonotopo, untuk menandatangani surat itu. Setelah itu, kata Muchsin, dirinya diajak oleh kepala desa untuk pergi jalan-jalan di kota Purworejo, pukul 20.00 WIB.

“Setelah saya tandatangan, saya disuruh siap-siap, jam delapan (malam) katanya mau dijemput, mau diajak jalan-jalan. Saya bilang iya saja, tetapi saya sebenarnya tidak mau, jadi saya mlipir pergi dari rumah,” kata Muchsin.

Muchsin mengaku, dirinya tetap tidak akan mencabut aduan yang sudah diserahkan ke Polres Purworejo. Dia berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti kasus tersebut. Terkait dengan tindakan intimidasi dari teradu, Ia menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum.

Sementara itu Kades Wonotopo, dihubungi Suara Merdeka, untuk memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut, belum memberikan jawaban sampai dengan berita ini dibuat.


Heru Prayogo

7 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  3. 186684 462992For anyone among the lucky peoples, referring purchase certain products, and in addition you charm all of the envy of all the the many any other folks about you that tend to have effort as such make a difference. motor movers 824702

  4. 386497 125259Ive been absent for a whilst, but now I remember why I used to love this website. Thank you, I will try and check back much more often. How regularly you update your site? 965866

  5. 29563 398017I came towards the exact conclusion as well some time ago. Great write-up and I will likely be certain to appear back later for far more news. 760834

Tinggalkan Balasan