Pelanggar Protokol Kesehatan di Sleman Diancam Denda Rp 100 Ribu

SLEMAN, SM Network – Penegakan Peraturan Bupati Sleman Nomer 37.1 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan akan mulai diintensifkan per Kamis (10/9) besok. Langkah pendisiplinan akan diawali dari lingkungan internal Pemda, baru kemudian ke luar. Nantinya tidak hanya Satpol PP yang turun ke lapangan, namun juga anggota kepolisian dan TNI. Ditargetkan hingga Desember mendatang dilaksanakan 42 kali razia.

“Sebelumnya, kami juga sudah rutin melaksanakan patroli sehari tiga kali menyasar perorangan maupun tempat usaha. Kalau weekend menyasar objek wisata, contohnya di Kaliurang, kami bekerjasama dengan Satlinmas dan unsur masyarakat setempat lainnya,” kata Plt Kepala Satpol PP Sleman Arip Pramana, Rabu (9/9).

Adanya Perbup tersebut semakin menguatkan landasan Satpol PP dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelanggar protokol. Di dalam Perbup yang ditetapkan tanggal 18 Agustus 2020 itu telah diatur sanksi. Salah satunya adalah sanksi sosial seperti menyapu jalan, atau membersihkan fasilitas umum dengan durasi waktu tertentu. Sanksi lainnya berupa fisik seperti push up, dan sanksi yang bersifat menumbuhkan rasa cinta kebangsaan semisal menghapal Pancasila atau menyanyikan lagu kebangsaan.

Hukuman lain adalah membayar denda paling banyak Rp 100 ribu. Setiap kali operasi, petugas akan mencatat nama dan nomer induk kependudukan (NIK) di database komputer. Jika kedapatan melanggar lagi, hukuman akan ditingkatkan menjadi denda. Namun, kata Arip, denda adalah pilihan terakhir. “Tujuan peraturan ini bukan uang melainkan pendisiplinan masyarakat,” tegasnya.

Denda juga bisa menjadi alternatif apabila pelanggar tidak bersedia menjalani sanksi sosial. “Misalnya sedang tergesa-gesa atau malu jika melakukan sanksi sosial, bisa memilih opsi denda,” imbuh Arip. Denda dibayarkan langsung di tempat, dan pelanggar akan mendapat bukti penerimaan. Selanjutnya, dalam waktu 1×24 jam uang disetor ke kas daerah melalui Badan Keuangan Aset Daerah.

Tinggalkan Balasan