Pelaku Wisata Dilatih Pemanfaatan Stimulus Pemulihan EkonomiPariwisata

SLEMAN, SM Network – dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang terimbas pandemi Covid-19. Pada bulan April 2020 tercatat setidaknya 16.000 pelaku pariwisata di DIY terdampak usahanya akibat wabah.Data itu terus bergerak, dan saat ini diperkirakan telah menyentuh angka 20.000.

“Yang jadi barrier pariwisata adalah wisatawan yang bergerak. Sementara, jumlahnya masih sedikit,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo disela acara coaching clinic Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (21/9). 

Pemda DIY sendiri belum mengubah kebijakan terkait operasional usaha pariwisata, kendati akhir-akhir ini angka kasusnya meningkat. Hanya saja, kata Singgih, implementasi protokol kesehatan lebih diketatkan terutama di destinasi yang menarik banyak wisatawan seperti objek pantai.

Di lain sisi untuk mengurangi dampak pandemi, pemerintah sudah menyiapkan program stimulus PEN. Sasarannya termasuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di dalam sosialisasi yang digelar oleh Kemenparekraf ini, pelaku usaha khususnya UKM, dipertemukan dengan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan BPD. 

Acara menghadirkan beberapa narasumber antara lain anggota DPD RP GKR Hemas, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, CEO Jogja Bay Waterpark,  pimpinan sejumlah bank, serta para kepala daerah se-DIY.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha bisa mengetahui lebih jauh soal program PEN. Dengan begitu, mereka bisa memanfaatkan bantuan modal kerja tersebut secara maksimal. 

“Program PEN tujuannya untuk melindungi dan mempertahankan kemampuan ekonomi pelaku usaha. Di acara ini, mereka bisa memperoleh informasi sekaligus pelatihan tentang pemanfaatan stimulus supaya bisa kembali bangkit,” tutur Fadjar.

Tinggalkan Balasan