SM/Asef F Amani - KEDAI SUSU: Direktur Industri dan Kelembagaan BOB, Bisma Jatmika dan Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Ahmad Husein berbincang dengan peserta pelatihan di Kedai Susu Etawa Kang Im Desa Ngargoretno.

Sambut Pengembangan Borobudur Highland

MAGELANG, SM Network – Badan Otorita Borobudur (BOB) membantu aktivasi destinasi melalui pelatihan dan pendampingan pelaku pariwisata sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru (AKB) destinasi pariwisata. Sekaligus persiapan menyambut pengembangan pariwisata terpadu berbasis resort di kawasan Borobudur Highland.

Bertempat di Kedai Susu Etawa Kang Im Desa Ngargoretno Kabupaten Magelang, Senin (22/3), sebanyak 20 orang mengikuti pelatihan yang diadakan BOB selama tujuh hari ke depan. Mereka merupakan pelaku wisata dan anggota Pokdarwi (Kelompok Sadar Wisata).

Direktur Industri dan Kelembagaan BOB, Bisma Jatmika secara resmi membuka pelatihan. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Ahmad Husein dan segenap jajaran BOB.

“Adanya masa AKB ini diharapkan dapat mulai memulihkan perekonomian melalui kunjungan wisatawan dengan mulai dibukanya daya tarik wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya di sela acara.

Dia menuturkan, pelatihan diawali dengan sosialisasi terkait kebijakan pemerintah daerah tentang pengelolaan daya tarik wisata pada masa AKB. Juga penerapan CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability).

Adapun aktivitas pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui pembekalan materi terkait visitor management yang meliputi carrying capacity dan alur wisatawan, pemetaan zonasi kunjungan wisatawan, traffic management, hingga simulasi kunjungan wisatawan oleh pengelola destinasi wisata.

Bisma menjelaskan, pihaknya ditugaskan oleh Perpres 46/2017 untuk mengembangkan pariwisata terpadu berbasis resort. Terdapat lahan seluas 309 hektar di Perbukitan Menoreh dengan akses masuk melalui Kabupaten Purworejo dan Kulonprogo. “Resort nanti akan menciptakan sekitar 1.050 kamar atau seperempatnya dari Nusadua Bali. Estimasi tamu yang akan menginap sekitar 500 ribu per tahun. Maka, perlu basis komunitas yang mendukung ini,” jelasnya.

Jumlah kamar sebanyak ini, katanya, ditarget dapat terpenuhi pada 8-10 tahun ke depan. Ia menilai, waktu 8-10 ini sangat singkat, sehingga mulai dari sekarang sudah disiapkan pendukungnya. Terutama dari desa-desa sekitar yang akan menjadi penopang ke depan.

“Kita kembangkan di 7 titik desa wisata sekitar Borobudur Highland. Desa wisata ini bisa menjadi destinasi pendukung atau suplai kebutuhan resort nanti. Kita ingin menggandeng sekitar untuk mengembangkan kawasan ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Ahmad Husein mengaku, pihaknya menyambut baik apa yang sudah direncanakan nasional lewat BOB. Pihaknya pun sudah melakukan upaya penguatan desa wisata.

“Semua desa wisata sudah merespon baik. Namun, perlu diingat jangan sampai ada kesenjangan antara program nasional dan Pemda. Ada beberapa kebutuhan wisatawan bisa ditopang UMKM di desa wisata. Kita tidak hanya jadi penonton, tapi juga pemain atau subjek,” ungkapnya.