Pelaku Perusakan Pot Tanaman Dipidana 1 Bulan

DLH Beri Apresiasi Aparat

MAGELANG, SM Network – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang mengapresiasi respon cepat Polres Magelang Kota dalam menangani kasus pengrusakan pot bunga di Jalan Yos Sudarso Magelang. Bahkan, pelaku dapat diringkus dan disidangkan dengan vonis bersalah serta dijatuhi pidana penjara 1 bulan.

Kepala DLH Kota Magelang, Otros Trianto mengatakan, aparat langsung bergerak cepat saat kasus pengrusakan pot ini terjadi pada Kamis (24/12) malam. Aksi perusakan yang dilakukan oleh satu orang ini terekam kamera CCTV yang ada di ruas jalan tersebut.

“Kami mendapat laporan ada 3 pot di jalan tersebut dirusak oleh orang tak dikenal. Lalu kami lapor ke pihak berwajib dan langsung diproses. Tak lama pelaku bisa ditangkap,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (29/12).

Dia menuturkan, polisi membuat berita acara pemeriksaan (BAP) dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk keterangan dari pelaku yang diketahui berinisial IW dengan ber-KTP Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kemudian kami mendapat laporan kalau kasusnya sudah disidangkan dan pelaku terbukti bersalah. Pelaku dijatuhi hukuman 1 bulan pidana dengan percobaan 2 bulan serta membayar biaya perkara Rp 2.500. Tentu kami sangat mengapresiasi respon dan kerja cepat aparat,” katanya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasubag Humas Polres Magelang Kota, Iptu Suharto membenarkan terkait laporan kasus tersebut. Kasus itu pun sudah disidangkan pada Senin (28/12) lalu di PN Kelas 1B Magelang sekitar pukul 15.00.

“Penyidik menghadapkan di persidangan tersangka Indra W (45) beralamat Jl Gunung Bawakareang, Maccini Gusung, Kecamatan Makasar Kota Makasar. Terdakwa dijerat Pasal 407 KUHP tentang pengrusakan barang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam persidangan diputuskan bahwa, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pengrusakan pot tanaman milik Pemkot Magelang di Jalan Yos Sudarso. Kemudian menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 1 bulan.

“Persidangan juga menetapkan, pidana tersebut tidak perlu dijalani, kecuali jika di kemudian hari melakukan tindak pidana sebelum masa percobaan selama 2 bulan terakhir. Terdakwa juga membayar biaya perkara sejumlah Rp 2.000. Barang bukti berupa jaket dan topi juga dikembalikan ke terdakwa,” terangnya.

Tinggalkan Balasan