Pelaku Kesenian Mulai Gelar Pertunjukan, Pagelaran Wayang Kulit Dua Dalang

PURWOREJO, SM Network – Para pelaku seni di Kabupaten Purworejo mulai menggelar pertunjukan di tengah pandem Covid-19. Hal itu seperti dilakukan oleh Paguyuban Karawitan Dalang dan Sinden (Pakadasi) Purworejo dengan menggelar kesenian wayang kulit untuk menghibur masyarakat, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pagelaran wayang dalam rangka lustrum SMAN I Purworejo pada Sabtu (22/8) malam tersebut sekaligus dirangkai dengan kegiatan doa bersama Forum Komunikasi Umat Beragam (FKUB) dan ruwat bumi. Acara dihadiri Bupati Agus Bastian, Ketua Paguyuban Alumni SMAN I Muda Ganesha (MG) Dwi Wahyu Atmaji, Asisten III Setda Pram Prasetyo Achmad, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH R Junaidi Jazuli, tokoh masyarakat, serta pengurus Pakadasi Kabupaten Purworejo Grahito Ganjar.

Dalam pagelaran wayang kulit yang digelar di Gedung SMAN i tersebut ditampilkan dua dalang dengan lakon berbeda, yakni Ki Hadi Widodo membawakan lakon Ruwat Bumi atau Makukuhan, serta Ki Andreas Novianto Nugroho dengan lakon Sumingkire Pedhut Ngastina. Masing-masing dalang menampilkan pertunjukan berdurasi dua jam, diawali doa bersama lintas agama yang dipimpin Ketua FKUB KH R Junaidi Jazuli.

Penyelenggaraan pagelaran wayang ini juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19, yakni undangan hanya dibatasi 50 orang dan lainnya menyaksikan melalui saluran streaming YouTube. “Ini sebagai upaya kita untuk ihtiar dan doa, meski pandemi covid ini sangat meluas di berbagai daerah dan berbagai negara. Kita berharap khusus di Purworejo dapat bisa menurun angkanya,” kata Dwi Wahyu Atmaji.

Dwi Wahyu menambahkan, kegiatan wayang kulit tersebut masih rangkaian lustrum SMAN I Purworejo. Sedianya hari itu akan digelar reuni akbar, namun karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga rencana reuni akbar ditunda tahun depan.

Sementara Pengurus Pakadasi Kabupaten Purworejo, Grahito Ganjar, mengaku optimis kedepan kesenian akan hadir Kembali untuk menghibur masyarakat. Dimulai dengan pertunjukan tersebut, para pelaku seni pedalangan diberi ruang untuk kembali berkarya di tengah Pandemi Covid-19 yang berimbas pada sepinya pertunjukan wayang.

“Pertunjukan wayang dengan cara seperti ini akan dijadikan model untuk didokumentasikan. Selain bermakna spritual, dokumen pertunjukan wayang ini akan kami bahas dengan gugus tugas Covid-19 serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar kami bisa kembali menggelar pertunjukan wayang sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Bupati Agus Bastian menyampaikan apresiasi kepada Pakadasi dan alumni SMAN 1 yang menggelar kesenian wayang kulit untuk menghibur masyarakat. “Yang harus diutamakan, ditengah masa pandemi Covid-19 yakni pelaksanaannya harus sesuai protokol kesehatan bagi semua yang terlibat, termasuk penontonnya,” katanya.


Panuju Triangga

2 Komentar

  1. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  2. 267605 919481I conceive this site contains some rattling superb data for everybody : D. 975197

Tinggalkan Balasan