Aliansi Masyarakat Anti Pelecehan Seksual datangi Pengadilan Negeri Wonosobo, Selasa (16/3).

WONOSOBO, SM Network – Oknum guru di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Wonosobo yang diduga mencabuli puluhan murid perempuan, dituntut 7 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan.

Merasa tidak puas, Aliansi Masyarakat Anti Pelecehan Seksual yang terdiri dari keluarga dan masyarakat Wonosobo akan menggelar demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri Wonosobo.

“Jaksa terlalu fokus pada aspek hukum formilnya, mereka tidak melihat aspek sosialnya. Seharusnya dituntut 15 tahun penjara,” ujar Ketua Aliansi Masyarakat Anti Pelecehan Seksual Saiful Haris, Selasa (16/3) petang.

Haris mengatakan, tuntutan rendah yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum sangat melukai rasa keadilan korban dan keluarga. Terlebih pelaku berinisial NM (36) itu merupakan seorang pendidik yang seharusnya melindungi dan mendidik anak dengan baik.

“Kita akan turun dengan jumlah yang lebih besar. Segera kita akan datangi kejaksaan. Kasus seperti ini tidak boleh di dibiarkan terus menerus,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Keributan sempat terjadi di depan Pengadilan Negeri Wonosobo, Selasa (16/13) siang. Sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Pelecehan Seksual mendatangi Kantor Pengadilan setempat. Mereka menuntut pelaku untuk dihukum maksimal.

Saiful Haris mengatakan, kedatanganya bersama ratusan simpatisan untuk mengawal jalanya sidang. Dirinya mengancam akan membawa masa hingga ribuan apabila pelaku tidak dijatuhi hukuman maksimal dalam putusan Pengadilan.

“Dari laporan yang masuk ke kami terdapat 25 anak yang dicabuli. Namun kita kesulitan mendapatkan bukti. Jadi hanya beberapa anak yang dilaporkan alami pencabulan. Kami akan terus mengawal jalanya sidang. Jika nanti putusan tidak sesuai dengan tuntutan, maka kami akan datang lagi kesini dengan membawa masa yang lebih banyak,” tandasnya.