SM/Heru Prayogo - BERI PENJELASAN : Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo Agung Wibowo (tengah) sedang menjelaskan mekanisme bantuan sosial bagi pelaku seni kepada sejumlah wartawan, di ruang kerjanya, hari ini (Rabu, 24/06/2020).

PURWOREJO, SM Network – Belasan pelaku seni yang tergabung dalam Persatuan Pendalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Purworejo mendatangi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) setempat, Rabu (24/06/2020).

Kedatangan mereka bertujuan untuk menagih bantuan sosial bagi pelaku seni terdampak Covid-19, yang dijanjikan pemerintah daerah. Aspirasi tersebut disampaikan oleh perwakilan pegiat seni/dalang kepada Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo melalui audiensi.

“Kami mempertanyakan bantuan bagi Pepadi yang sempat dijanjikan pemerintah daerah, karena sudah diminta data-data tetapi bantuanya belum ada yang terima,” kata Grahita Ganjar, dalang sekaligus penasehat Pepadi Purworejo, usai audiensi.

Dikatakan, Pepadi juga mempertanyakan mekanisme verifikasi terhadap pelaku seni, untuk ditetapkan sebagai penerima bantuan. Syarat dan ketentuan seperti halnya harus berkategori miskin seperti halnya penerima bantuan pada umumnya, dinilai kurang tepat.

“Karena semua pelaku seni itu terdampak dengan adanya Covid-19. (Kegiatan pelaku seni,red) Berhenti berbulan-bulan, tidak boleh pentas,” imbuh Grahita Ganjar.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agung Wibowo, mengungkapkan pihaknya sudah berusaha agar pelaku seni mendapat bantuan sosial, secepatnya. Namun demikian, wacana tersebut masih terhambat dengan proses validasi data dari Dinas Sosial.

“Kami sudah mengusulkan 1.810 pelaku seni (untuk menerima bantuan,red) tahap satu, kemudian kami mengajukan kembali sebanyak 600 orang di tahap dua, tetapi kewenangan kami terbatas pada pendataan, yang menentukan dinsos,” katanya.

Agung berjanji, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, utamanya dinas sosial, supaya bantuan bagi pelaku seni dapat segera cair. Namun demikian, Agung juga belum bisa memastikan, kapan waktu pencairan dapat dilakukan.

“Untuk waktunya (pencairan,red) kapan kami tidak bisa memastikan, mengingat itu bukan kewenangan dinas pariwisata. Kalau keinginan kami jelas secepatnya (bisa cair,red),” ujarnya.


Heru Prayogo

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here