Pegiat Kritik Jalur Khusus Sepeda di Yos Sudarso

MAGELANG, SM Network – Pegiat sepeda dari komunitas Kosti (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) dan VOC (Velocipede Old Classic) Magelang mengkritik keras keberadaan jalur khusus sepeda di Jalan Yos Sudarso Magelang yang ada di sisi kanan. Pasalnya, hal ini dinilai berpotensi tinggi membahayakan pengguna.

Meskipun pengerjaan marka ini belum selesai dikerjakan, karena menurut rencana selain marka berwarna hijau juga akan dilengkapi gambar sepeda dan pembatas. Adapun pembatas antara marka dan jalur kendaraan roda dua/empat berupa water barrier dan traffic cone.

SM/Asef F Amani – LAYANGKAN KRITIK: Pegiat sepeda, Bagus Priyana (tengah) menghadap Kepala Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Adi untuk melayangkan kritik terkait jalur khusus sepeda di Jalan Yos Sudarso yang ada di sisi kanan.

Kritikan keras disampaikan Bagus Priyana langsung kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang. Ia pun menemui Kepala Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Adi di kantornya, Kamis (10/12) dengan ditemani rekannya sesama pegiat sepeda.

“Pertama, saya apresiasi tinggi kepada pemerintah yang membuat jalur khusus sepeda di Kota Magelang. Namun, khusus di Jalan Yos Sudarso yang letak markanya di sebelah kanan, saya tidak setuju,” ujarnya.

Dia beralasan, marka di sebelah kanan beresiko tinggi terhadap keselamatan pesepeda. Apalagi, sistem lalu lintas di Indonesia sebelah kanan adalah untuk jalur cepat.

“Maka, idealnya jalur sepeda ada di kiri. Meskipun nanti ada pembatasnya, tapi tidak ada jaminan untuk keselamatan pesepeda. Faktor keamanan untuk pesepeda adalah nomor satu,” katanya.

Sebelum melayangkan protes, Bagus mengaku, ia dan rekannya lebih dulu mencoba jalur tersebut. Ia pun merasakan kengerian saat mengendarai sepeda tua miliknya yang diberi nama Dragon.

“Ngeri pokoknya saat melintasi jalur khusus itu. Intinya di sini saya mengajukan keberatan ke Dishub dengan jalur khusus sepeda di Jalan Yos Sudarso itu,” jelasnya.

Menanggapi kritikan itu, Kepala Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Adi mengutarakan, rasa terima kasih atas kritikan dan masukannya. Dishub memang memiliki tupoksi mengatur lalu lintas, salah satunya sepeda.

“Pertama saya jelaskan, prinsip pembangunan jalan itu memerhatikan semua aspek pengguna jalan. Berdasarkan UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, semua jalan diberikan fasilitas baik pejalan kaki maupun sepeda,” tuturnya. Soal jalur sepeda ini, katanya, sebenarnya mengintegrasikan jalur sepeda yang sudah ada. Kalau sekarang terputus-putus, maka diintegrasikan dengan adanya marka berwarna hijau itu. Jalan Yos Sudarso sendiri terhubung dengan Jalan Alun-alun Barat dan Jalan Tentara Pelajar serta Jalan Pahlawan.

“Kami tangkap kritikan pegiatan sepeda soal jalur itu. Dipasang di kanan justru kami ingin memberi prioritas ke pesepeda. Potensi bahaya memang ada, tapi kami ingin merubah pola pikir bahwa, jalur cepat di sisi kanan dapat meredam kecelakaan, karena di situ ada prioritas untuk sepeda,” paparnya.

Dia menyebutkan, untuk memberi rasa aman dan nyaman, di sepanjang jalur itu akan dipasang pembatas berupa water barrier dan traffic cone. “Di jalur ini rencana kami menjadi proyek percontohan untuk bisa diterapkan di ruas jalan lain,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan