SM/Asef F Amani - VAKSIN PEDAGANG: Salah satu pedagang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Pasar Cacaban Kota Magelang bersama puluhan pedagang lainnya.

MAGELANG, SM Network – Pedagang pasar tradisional mulai disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama, Sabtu (6/3). Pertama menyasar Pasar Cacaban dengan jumlah pedagang sekitar 94 orang.

Berikutnya Pasar Rejowinangun dan Sidomukti dengan jumlah pedagang sekitar 200 dan 150 orang. Adapun untuk Pasar Kebonpolo dan Gotong Royong menurut rencana vaksinasi untuk pedagangnya akan dilakukan pada Senin (8/3).

Kepala UPT Pasar Cacaban Kota Magelang, Teguh Karyawan (58) mengatakan, Pasar Cacaban merupakan pasar terkecil dengan jumlah pedagang paling sedikit dibanding pasar tradisional lainnya di bawah pengelolaan Pemkot Magelang. Untuk itu, pelaksanaan vaksinasi untuk pedagangnya menjadi yang pertama.

“Awalnya rencana proses vaksinasi dipisah antara pedagang asal kota dan pedagang asal kabupaten, karena di pasar ini pedagangnya tidak hanya dari kota saja namun juga ada yang dari kabupaten. Tapi, setelah disurvey ternyata pedagang di pasar Cacaban ini hanya 94 orang saja, maka kami adakan vaksin bersama-sama,” ujarnya di sela pelaksanaan vaksin.

Dia menuturkan, sebelumnya Dinas Kesehatan telah memberikan sosialisasi supaya para pedagang pasar tradisional mau divaksin. Sebab, sebelumnya ada pedagang yang takut untuk divaksin.

“Kami pengelola juga menyampaikan informasi ke pedagang supaya siap-siap mengikuti vaksin. Dalam pelaksanaan hari ini, vaksinator ada dari Puskesmas Kerkopan, Rindam, dan Dinas Kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Asmiyati (48) salah satu pedagang mengaku sempat ragu-ragu mau divaksin, karena mempunyai penyakit dalam. 

“Saya takut jika reaksi vaksin dalam tubuh ada kelainan, karena tidak tahu daya tahan tubuh orang kan berbeda-beda. Tapi, saya memberanikan diri saja untuk divaksin supaya lebih yakin tidak akan tertular Covid-19,” tuturnya.

Rasa takut juga dirasakan Heri Purwanto (41) pedagang di pasar yang sama. Ia mengaku takut, karena belum pernah mengalaminya dan takut dengan efek sampingnya. “Tapi, akhirnya saya memberanikan diri untuk disuntik. Sekarang sedang menunggu 30 menit jadi efeknya belum tahu,” ungkapnya.