SM/Dananjoyo: Pedagang melayani pembeli di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (23/2).

JOGJAKARTA, SM Network – Pedagang Pasar Beringharjo dan warga Malioboro, yang terdiri dari pedagang kaki lima (PKL), pegawai serta pemilik toko di kawasan tersebut dengan total sebanyak 19.897 warga, rencananya akan divaksin secara massal pada 1 Maret 2021 mendatang dalam vaksin tahap kedua di DIY.

Pedagang pasar dan warga di kawasan Malioboro dinilai beresiko tinggi terpapar Covid-19 karena setiap hari bertemu dengan para pembeli dan wisatawan.

Vaksinasi yang dimulai 1 Maret 2021 rencananya dilaksanakan di tiga titik, yakni di Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, serta Taman Parkir Abu Bakar Ali.

Dari 19.897 warga Malioboro yang akan divaksinasi, sebanyak 8.144 orang merupakan pedagang Pasar Beringharjo dan sekitarnya.

Sedangkan 2.600 orang merupakan pedagang sekitar Malioboro dan Alun-alun Utara, serta 9.153 orang lainnya merupakan pegawai toko yang ada di sepanjang kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Minggu (21/2/2021).

“1 Maret nanti vaksinasi massal kepada pedagang pasar. Pedagang pasar ini kan tiap hari banyak bertemu langganannya yang beresiko tinggi terpapar (Covid-19). Oleh karena itu kita vaksinasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Selain warga Malioboro, Kemenkes juga akan memprioritaskan vaksinasi pada lansia. Jumlah lansia di DIY mencapai 15 persen dari total jumlah penduduk.

Sementara itu Gubernur DIY, Sultan, mengungkapkan vaksinasi akan dilaksanakan selama empat hari.

Seluruh pedagang pasar, termasuk pedagang keliling, pedagang los, buruh dan pedagang kaki lima akan menerima vaksin.

“Semua (divaksin), mungkin empat hari,” jelasnya.

Selain lansia dan warga Malioboro, vaksinasi juga diberikan kepada petugas pelayanan publik seperti tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, petugas keamanan, petugas transportasi, atlet, wartawan serta pekerja sektor pariwisata.