Pedagang Keluhkan Naiknya Harga Cabai Rawit


MAGELANG, SM Network – Pedagang komoditas cabai di Pasar Rejowinangun mengeluhkan naiknya cabai rawit merah, beberapa waktu belakangan ini. Hingga akhir pekan lalu, harga cabai jenis ini mencapai Rp 100 ribu per kilogram. 

Rati (50), salah seorang pedagang di Pasar Rejowinangun mengatakan, kenaikan harga rawit merah sejak beberapa hari yang lalu. Kenaikan harga tidak dari Rp 1000, tapi langsung Rp 5.000 per kilogram. Sebelumnya di kisaran harga Rp 90.000, saat ini Rp 100.000 per kilogram. 

“Kami tidak terlalu senang dengan kenaikan harga ini, karena pembeli sepi dari biasanya,” ujarnya.
Dia menilai, faktor yang menyebabkan kenaikan harga cabai rawit merah karena faktor alam, yakni cuaca ekstrim yang mengakibatkan petani gagal panen. Di sisi lain permintaan naik saat jumlah barangnya sedikit.

Senada dengan Rati, Pujiati (28), pedagang di pasar yang sama bahwa, lonjakan cabai rawit merah terjadi pada beberapa hari ini. Kondisi tersebut pun mengakibatkan daya beli konsumen, khususnya di Pasar Rejowinangun, menurun.

“Hari ini harga cabai rawit merah mencapai Rp 100.000 per kilogram, kalau kemarin-kemarin harganya kisaran Rp 85.000- Rp 90.000 per kilogramnya,” tuturnya.

Pujiati yang biasa menjual lebih dari 10 kilogram cabai rawit merah setiap harinya, kini hanya menghabiskan sekitar 5 kilogram saja, karena banyak konsumen yang mengurangi jumlah belanjaan mereka.
“Kalau pas harga sedang, paling 10 kilogram per hari. Sekarang, yang mengambil sedikit-sedikit. Jadinya penjualannya juga sedikit, paling kisaran 5-6 kilogram perhari,” jelasnya.

Pranomo (28), pedagang sayuran menambahkan, sayuran yang sedang naik bukan hanya cabai rawit merah saja, tetapi juga bawang merah, brokoli, kembang kol, dan terong.

“Harga bawang merah sebelum naik kisaran Rp 30.000-Rp 32.000 per kilogram, sekarang naik sampai Rp 40.000 per kilogram. Harga brokoli naik jadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 24.000 per kilogram,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan