PDP Wonosobo Jadi 22, Tunggu Hasil Swab

WONOSOBO, SM Network – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 yang tercatat di Kabupaten Wonosobo terus meningkat. Hingga Selasa (7/4) tercatat, terdapat 27 PDP dan 1807 ODP. Dari hasil rapid test yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, 22 orang dinyatakan reaktif dan menunggu hasil swab untuk memastikan positif terpapar atau negatif.

Juru bicara Pemkab Wonosobo untuk Covid-19, Muhammad Riyatno mengatakan, dari 210 rapid test yang telah difungsikan, terdapat 22 orang yang dinyatakan positif melalui rapid test dan sisanya menunjukan hasil negatif. “Dari 555 rapid test yang diperoleh dari Provisi 210 sudah difungsikan. 345 sisanya akan diselesaikan dalam waktu 1 hingga 2 hari ini,” jelasnya.

Minimnya alat rapid test yang dimiliki tidak sebanding dengan jumlah ODP yang mencapai 1807 orang. Untuk itu Riyatno menjelaskan, pemerintah sangat selektif dalam menentukan siapa saja yang berhak untuk menjalani rapid test, mengingat minimnya alat yang ada. Tak hanya minim alat rapid test, Pemerintah juga masih kesulitan untuk melakukan tes swab, mengingat belum adanya alat tersebut di Wonosobo.

Untuk itu, tak semua PDP langsung bisa menjalani tes swab untuk menentukan hasil positif Covid-19 atau tidak. Belum siapnya pemerintah dalam menghadapi pandemi ini juga terlihat dari penanganan PDP. Meski memiliki hasil reaktif dari rapid test, tidak semua pasien menempati ruang isolasi mandiri, beberapa masih dijadikan dalam satu ruangan.

“Karena keterbatasan fasilitas yang ada, kemungkinan terdapat satu dua orang yang yang menempati satu ruangan. Untuk pasien yang menunjukan gejala aktif di isolasi sendiri,” jelasnya.

Banyaknya PDP yang ada tak lepas dari warga yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19. Riyatno menyebutkan, sebagian besar PDP yang ada merupakan warga yang belum lama ini pulang dari Gowa Sulawesi Selatan yang merupakan jamaah ijtima Gowa.

Semakin merebaknya wabah tersebut Riyatno mengimbau kepada masyarakat untuk mulai mengenakan masker dalam aktifitas sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menerapkan sosial distancing dan menjaga kebersihan.


Adib Annas M/Kim

Tinggalkan Balasan