SM/dok - MENINJAU : Direktur PDAM dan Komisi B DPRD Sleman meninjau instalasi pengolahan Pandekan, beberapa waktu lalu.

SLEMAN, SM Network – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman akan melebarkan sayap di wilayah Kapanewon (kecamatan) Prambanan. Setelah tahun lalu berhasil menggandeng 1.027 pelanggan, PDAM tahun ini akan mengembangkan layanan di Prambanan sisi utara.

Cakupannya mulai dari kawasan wisata Tebing Breksi hingga Prambanan area timur. Ekspansi ini menargetkan sekitar 550 pelanggan baru.

“Sudah kita rencanakan. Mudah-mudahan, Juni nanti bisa dilakukan pemasangan jaringan,” kata Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata, Jumat (26/2).

Dwi menjelaskan, penempatan jaringan di daerah itu atas dasar permintaan warga. Mengingat di lokasi tersebut sudah ada layanan Pamsimas, pihaknya tetap akan bersinergi.

Sama seperti pelanggan yang sudah eksisting, sumber untuk melayani masyarakat Prambanan bagian utara juga diambilkan dari mata air Pandekan, Berbah. Saat ini, debit air di sumber itu terhitung rata-rata 13 liter per detik. Ke depan akan ditambah hingga  23 liter per detik.

“Debit sebesar itu cukup untuk melayani 1.500an pelanggan bahkan dengan kapasitas 18 liter per detik saja sebenarnya sudah memadai,” kata Dwi.

Kehadiran PDAM di Prambanan dipandang memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Kapanewon yang terletak paling timur di Kabupaten Sleman itu selama ini dikenal sebagai daerah rawan kekeringan. Setiap musim kemarau, masyarakat selalu membutuhkan bantuan dropping air. Namun sekarang Prambanan sudah dinyatakan zero dropping.

Dwi mengungkapkan, salah satu tantangan penyediaan layanan di Prambanan adalah lokasinya yang berkontur perbukitan dan rawan longsor. Untuk itu, PDAM telah menerapkan teknik sesuai standar daerah perbukitan yakni menggunakan pipa High Density Polyethylene (HDPE).

“Kita pakai HDPE karena lebih fleksibel dibanding pipa PVC. Selain itu juga disiapkan booster untuk mendorong air mengingat lokasinya ada di daerah atas,” ujarnya.

Belajar dari pengalaman dampak longsor di sumber air Umbul Wadon, PDAM kini mencari titik lokasi yang kontur tanahnya stabil untuk ditempatkan jalur pipa. Sejauh ini, kata Dwi, tidak pernah ada pipa di Prambanan yang rusak akibat terkena longsoran.