PCNU Kebumen Minta Penanganan Covid-19 Tak Ada Ego Sektoral

KEBUMEN, SM Network – Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kebumen membuat pihak berwenang terus meningkatkan pendisiplinan warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Operasi justisi terus ditingkatkan di sejumlah area publik dengan sasaran warga yang tidak memakai masker hingga membubarkan kerumunan.

Pengetatan kembali kegiatan yang menimbulkan kerumunan membuat sedikit gejolak warga. Hal ini salah satunya buntut dari dibubarkannya pergelaran wayang di Kecamatan Buayan dan Puring. Selain itu, warga yang menggelar hajatan terdampak.

Melihat munculnya gejolak di tengah masyarakat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen meminta semua pihak baik Gugus Tugas maupun elemen terkait untuk saling koordinasi. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman terhadap langkah-langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“Gugus Tugas maupun elemen masyarakat harus proaktif dan secara sinergis dalam menangani wabah Corona. Jangan sampai mencul ego sektoral dalam penanganan Covid-19,” ujar Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg di Gedung PNCU Jalan Kusuma Kebumen.

Tampak mendampingi Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kebumen Gus Fachrudin, Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) Lukman Haris, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Muhsinun dan Lembaga Kesehatan NU (KLNU) Tri Tunggal Eko Sapto.

Perlu Regulasi

Menjelang memasuki bulan Robiul awwal, imbuh Dawamudin, akan banyak peringatan maulid Nabi Muhammad. Maka Gugus Tugas perlu membuat regulasi atau petunjuk pelaksanaan dengan melibatkan tokoh masyarakat para kiai pondok pesantren, dan tokoh pimpinan ormas keagamaan.

“Penegakan pendisiplinan protokol kesehatan di tempat umum, pasar modern, toko tradisional, pasar, cafe, dan kegiatan kegamaan harus lebih masif dan terkoordinasi dengan baik tanpa pandang bulu,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Kebumen mencapai 647. Sebanyak 318 masih dirawat dan menjalani isolasi mandiri. 312 orang sembuh dan 17 meninggal dunia. Terakhir muncul klaster baru yakni di pondok pesantren.
Ketua RMI Kebumen Gus Fachru mendorong tim gugus tugas tingkat kecamatan untuk lebih terjadwal berkunjung dan berkomunikasi ke pondok pesantren dan majelis taklim.

“Hal ini guna memandu dan mengedukasi secara langsung pola pemberlakukan adptasi kebiasaan baru disesuaikan kultur pesantren dan masyarakat setempat,” ujarnya.

2 Komentar

  1. 349983 164844Very informative and excellent complex body part of articles , now thats user pleasant (:. 236135

  2. 94427 795237some truly fascinating information , well written and broadly speaking user genial . 393456

Tinggalkan Balasan